Panen Timun Ramadan Bapak Ojo Tumbuhkan Harapan dari Lahan Kecil

Avatar photo

- Penulis Berita

Sabtu, 14 Maret 2026 - 10:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Panen Timun Ramadan Bapak Ojo Tumbuhkan Harapan dari Lahan Kecil

Panen Timun Ramadan Bapak Ojo Tumbuhkan Harapan dari Lahan Kecil

Pagi yang tenang di Dusun Hayawang, Desa Winduraja, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, menjadi saksi rutinitas Bapak Ojo yang memulai hari dengan melangkah ke kebun timun miliknya. Di tengah suasana Ramadan, ia memetik satu per satu buah timun segar yang menggantung di antara rimbun daun hijau, hasil dari ketekunan yang dirawat setiap hari tanpa banyak jeda.

Bagi orang lain, timun mungkin hanya pelengkap lalapan atau isi kulkas yang kadang dilupakan. Namun bagi Bapak Ojo, tanaman itu punya makna jauh lebih dalam. Timun menjadi simbol harapan, keberanian mencoba jalan baru, sekaligus bukti bahwa ikhtiar sederhana bisa memberi dampak nyata bagi kehidupan keluarga.

Selama ini, Bapak Ojo dikenal sebagai peternak domba dan tergabung dalam Kelompok Peternak Mandiri Utama yang didampingi melalui program Zakat Community Development atau ZCD BAZNAS. Dari pengalamannya, ia menyadari bahwa bergantung pada satu sumber pendapatan saja tidak selalu cukup. Kesadaran itulah yang mendorongnya melakukan diversifikasi usaha dengan menanam timun di lahan yang tersedia.

Baca Juga :  Patroli Gabungan TNI Polri Jaga Kamtibmas Magetan Saat Ramadan

Lahan yang ia garap memang tidak luas, hanya sekitar 280 meter persegi. Namun dengan perencanaan yang matang, area kecil itu berubah menjadi kebun produktif. Ia menerapkan pola tanam dengan jarak sekitar 30 sentimeter per lubang dan 50 hingga 70 sentimeter antarparit, lalu mengisi tiap lubang dengan dua sampai tiga benih agar pertumbuhannya lebih optimal.

Perawatan kebun dilakukan dengan telaten. Setiap hari Bapak Ojo memeriksa batang tanaman, memastikan rambatan tetap kuat, dan memperhatikan perkembangan buah yang mulai membesar. Baginya, merawat tanaman bukan sekadar pekerjaan harian, tetapi bagian dari upaya memperbaiki masa depan keluarga sedikit demi sedikit. Prinsipnya sederhana: kalau telaten, hasil pun ikut baik. Terdengar klasik, tapi kebun sering kali lebih jujur daripada seminar motivasi.

Panen pertama dimulai pada 21 Februari 2026. Hasil awal memang belum besar, sekitar 5 kilogram pada hari pertama. Namun jumlah itu terus naik menjadi 12 kilogram di hari kedua, 20 kilogram di hari ketiga, dan 28 kilogram di hari keempat. Setelah itu, hasil panen terus berkembang hingga sempat menyentuh 35 kilogram, 42 kilogram, bahkan 48 kilogram dalam satu kali panen.

Baca Juga :  Forkopimca Plaosan Gelar Apel dan Halal Bihalal untuk Perkuat Silaturahmi Pasca-Lebaran

Sampai 12 Maret 2026, total panen timun Bapak Ojo telah mencapai sekitar 340 kilogram. Sebagian besar, yakni sekitar 250 kilogram, dijual ke bandar sayur seharga Rp5.000 per kilogram. Sisanya, sekitar 90 kilogram, dijual langsung ke warga sekitar dengan harga Rp8.000 per kilogram. Dari pola penjualan itu, ia berhasil mengumpulkan pendapatan sekitar Rp1.970.000.

Nilai tersebut mungkin tampak sederhana jika dilihat dari angka semata, tetapi bagi Bapak Ojo hasil itu sangat berarti. Panen timun tak hanya membantu memenuhi kebutuhan keluarga, tetapi juga memperlihatkan bahwa diversifikasi usaha yang didorong dalam program ZCD BAZNAS bisa membuka jalan menuju kemandirian ekonomi. Dari lahan kecil di sudut desa, Bapak Ojo membuktikan bahwa harapan memang bisa tumbuh, asalkan dirawat dengan sabar dan kerja keras.

Berita Terkait

Alumni LPDP Turun Mengajar di SD Sumedang untuk Percepat Transformasi Pendidikan Digital
Sumedang Arahkan Pembangunan 2027 ke Pertumbuhan Produktivitas Ekonomi yang Lebih Berkualitas
Babinsa Magetan Kawal Penyaluran Bantuan Pangan agar Tepat Sasaran dan Tetap Aman
Forkopimca Plaosan Gelar Apel dan Halal Bihalal untuk Perkuat Silaturahmi Pasca-Lebaran
Posyandu Balita di Magetan Didorong Jadi Benteng Awal Cegah Stunting dan Penyakit Anak
Saka Wira Kartika Barat Gelar Halal Bihalal untuk Perkuat Karakter dan Kebersamaan
Cimahi Terapkan WFH Jumat untuk ASN dengan Layanan Publik Tetap Berjalan
Cimahi Perkuat Bank Sampah dan TPS 3R untuk Kurangi Beban Sarimukti

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 12:50 WIB

Alumni LPDP Turun Mengajar di SD Sumedang untuk Percepat Transformasi Pendidikan Digital

Rabu, 8 April 2026 - 12:50 WIB

Sumedang Arahkan Pembangunan 2027 ke Pertumbuhan Produktivitas Ekonomi yang Lebih Berkualitas

Rabu, 8 April 2026 - 12:50 WIB

Babinsa Magetan Kawal Penyaluran Bantuan Pangan agar Tepat Sasaran dan Tetap Aman

Rabu, 8 April 2026 - 12:50 WIB

Forkopimca Plaosan Gelar Apel dan Halal Bihalal untuk Perkuat Silaturahmi Pasca-Lebaran

Rabu, 8 April 2026 - 12:49 WIB

Posyandu Balita di Magetan Didorong Jadi Benteng Awal Cegah Stunting dan Penyakit Anak

Berita Terbaru