Pemerintah Kabupaten Sumedang menerima kunjungan delegasi investor asal Tiongkok yang datang untuk menjajaki peluang investasi di daerah tersebut. Rombongan dipimpin Teng Ling Jian dari Hangzhou Qiantang Center of Contemporary Internationalization Studies, didampingi Kepala Badan Pengelola Kawasan Rebana Helmy Yahya.
Kunjungan itu disambut langsung Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir di Command Center PPS pada Selasa (24/2/2026). Pertemuan ini menjadi bagian dari langkah Pemkab Sumedang untuk membuka akses investasi, termasuk dari luar negeri, guna memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.
Dalam pemaparannya, Bupati Dony menekankan bahwa Sumedang telah mengembangkan tata kelola pemerintahan berbasis digital. Ia menjelaskan digitalisasi digunakan untuk meningkatkan efisiensi pelayanan publik sekaligus memperkuat transparansi dan akuntabilitas, yang dinilai penting dalam membangun kepercayaan investor.
Dony menyebut pemerintah daerah berupaya menciptakan iklim investasi yang ramah melalui kombinasi tata kelola yang baik dan dukungan infrastruktur. Menurutnya, kepastian layanan publik dan proses administrasi yang rapi akan membantu investor merasa lebih yakin menanamkan modal di Sumedang.
Selain memperkenalkan sistem pemerintahan digital, Dony juga menawarkan sejumlah sektor potensial yang bisa dikembangkan. Pilihan yang disampaikan mencakup industri, pariwisata, hingga ekonomi kreatif, yang dinilai memiliki ruang tumbuh seiring perkembangan wilayah Sumedang dan kawasan sekitarnya.
Ia menegaskan investasi tidak hanya dipandang sebagai masuknya modal, tetapi juga sebagai alat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, Pemkab Sumedang menyatakan komitmen untuk memberi kemudahan perizinan, kepastian regulasi, dan dukungan agar realisasi investasi berjalan cepat serta tepat sasaran.
Dari pihak delegasi, Teng Ling Jian mengaku terkesan dengan dinamika Kabupaten Sumedang. Ia menilai Sumedang memiliki potensi menarik, bukan hanya dari sisi bisnis tetapi juga budaya, sehingga membuka peluang kerja sama yang lebih luas di masa depan.
Jian juga secara khusus mengapresiasi keberadaan Mal Pelayanan Publik (MPP) yang menurutnya membuat pelayanan menjadi lebih efisien. Baginya, sistem layanan yang cepat dan terpusat menjadi sinyal positif bahwa investor asing dapat memperoleh dukungan proses perizinan yang lebih baik saat mulai berusaha di Sumedang.
Di luar aspek administrasi, Jian menyebut perjalanan menuju Sumedang memberinya kesan kuat terhadap panorama alam daerah tersebut. Ia melihat potensi wisata yang besar dan bahkan berencana mengajak rekan-rekannya dari Tiongkok untuk datang, menikmati lanskap Sumedang sekaligus mencicipi kuliner khas seperti tahu Sumedang.
Lebih lanjut, Jian menyampaikan rencana untuk mempromosikan profil investasi Sumedang di Tiongkok. Langkah ini dinilai dapat membantu memperkenalkan potensi daerah kepada calon investor lain, sehingga penjajakan awal ini berpeluang berkembang menjadi hubungan investasi yang lebih konkret di kemudian hari.
Secara keseluruhan, pertemuan tersebut menandai strategi aktif Pemkab Sumedang dalam menarik investasi dari berbagai negara. Dengan kombinasi promosi potensi, perbaikan tata kelola, dan dukungan infrastruktur, Sumedang berupaya memposisikan diri sebagai daerah yang kompetitif dan ramah bagi investor.






