Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Pasaman melanjutkan rangkaian Penilaian Gerakan PKK dan Dasawisma tingkat kabupaten tahun 2025. Penilaian kali ini dilaksanakan di Nagari Sontang Cubadak dan Nagari Padang Gelugur, menjadi wilayah ke-9 dari total 12 kecamatan yang dijadwalkan.
Ketua TP PKK Kabupaten Pasaman, Ny. Lusi Welly Suhery, memimpin langsung proses penilaian. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini tidak semata-mata bertujuan menentukan pemenang, tetapi menjadi sarana untuk memperkuat peran kader PKK sebagai motor penggerak pembangunan keluarga dan masyarakat.
“Penilaian ini bukan hanya soal kompetisi. Yang terpenting bagaimana kader tetap bersemangat menggerakkan 10 Program Pokok PKK di setiap nagari. Kita ingin Pasaman bangkit, berkarakter, maju, dan berkelanjutan, dimulai dari keluarga,” ujar Ny. Lusi.
Kunjungan ini juga menjadi momentum evaluasi dan pembinaan langsung agar pelaksanaan program dapat semakin optimal. Antusiasme masyarakat di dua nagari tersebut menjadi catatan positif bagi TP PKK.
Selama kegiatan, tim penilai meninjau sejumlah program yang mencerminkan implementasi 10 Program Pokok PKK, di antaranya:
• Penghayatan dan Pengamalan Pancasila melalui penanaman nilai moral dan kebangsaan sejak dini.
• Gotong royong yang terlihat dari kebersamaan warga menjaga lingkungan.
• Sektor pangan melalui pemanfaatan pekarangan, ketahanan pangan keluarga, dan inovasi olahan lokal.
• Program sandang yang menyoroti keterampilan rumah tangga dan pemanfaatan produk lokal.
• Pengelolaan perumahan dan tata laksana rumah tangga, mencakup kebersihan, sanitasi, dan pengelolaan sampah.
• Bidang pendidikan dan keterampilan melalui pelatihan ibu rumah tangga serta kegiatan pendukung tumbuh kembang anak.
• Kesehatan, termasuk Posyandu, gerakan hidup bersih dan sehat, serta pencegahan stunting.
• Pengembangan kehidupan berkoperasi untuk mendorong ekonomi keluarga.
• Kelestarian lingkungan hidup melalui penghijauan, pengelolaan limbah, dan perlindungan sumber air.
• Perencanaan sehat terkait manajemen ekonomi keluarga, pendidikan, dan program Keluarga Berencana (KB).
Ny. Lusi menegaskan bahwa seluruh program tersebut hanya dapat berjalan maksimal apabila kader bekerja dengan dedikasi dan masyarakat turut berperan aktif. Karenanya, penilaian ini menjadi penting untuk mengetahui sejauh mana manfaat gerakan PKK dirasakan masyarakat.
Pada akhir kunjungan, ia mengajak seluruh kader untuk terus meningkatkan inovasi dan menjadikan momen penilaian sebagai pemacu kinerja.
“Kita berharap setiap nagari dapat menjadi contoh dalam pemberdayaan keluarga. Bila keluarganya kuat, maka masyarakat pun akan maju,” tutupnya.
Penilaian Gerakan PKK dan Dasawisma akan berlanjut ke tiga kecamatan berikutnya hingga seluruh wilayah Kabupaten Pasaman selesai dievaluasi sepanjang tahun 2025. TP PKK menargetkan pemerataan dan keberlanjutan gerakan pemberdayaan keluarga di seluruh nagari.






