Pegadaian Resmikan Peduli Desa Pasirnanjung untuk Wisata, UMKM, dan Literasi Keuangan

Avatar photo

- Penulis Berita

Jumat, 3 April 2026 - 11:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pegadaian Resmikan Peduli Desa Pasirnanjung untuk Wisata, UMKM, dan Literasi Keuangan

Pegadaian Resmikan Peduli Desa Pasirnanjung untuk Wisata, UMKM, dan Literasi Keuangan

PT Pegadaian Kanwil X Bandung kembali menunjukkan komitmennya dalam pembangunan desa melalui peresmian Program Peduli Desa di Desa Wisata Pasirnanjung, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang. Kegiatan yang digelar pada Kamis, 2 April 2026 itu ditandai dengan penyerahan bantuan secara simbolis dan prosesi gunting pita, sekaligus menjadi penanda dimulainya operasional sarana-sarana baru yang disiapkan untuk menunjang pengembangan desa wisata.

Program ini tidak hadir dalam bentuk bantuan sesaat, melainkan melalui pembangunan fasilitas yang dirancang untuk memperkuat ekonomi desa secara lebih berkelanjutan. Sejumlah sarana yang dihadirkan antara lain gapura desa, papan informasi, penunjuk arah, kios UMKM, fasilitas wisata, hingga sarana olahraga. Kehadiran elemen-elemen ini memperlihatkan bahwa program CSR Pegadaian diarahkan untuk membangun ekosistem desa, bukan sekadar memberikan bantuan fisik yang berdiri sendiri.

Kepala Desa Pasirnanjung, Susi Herawati, menyampaikan rasa syukur karena desanya terpilih sebagai salah satu penerima program. Menurutnya, kepercayaan tersebut menjadi penyemangat bagi pemerintah desa dan masyarakat untuk terus mengembangkan potensi wisata dan UMKM yang dimiliki. Harapan besarnya, kolaborasi semacam ini tidak berhenti pada satu momentum peresmian, tetapi bisa berlanjut hingga benar-benar menghasilkan dampak ekonomi yang terasa.

Baca Juga :  Yayasan LIA Salurkan Donasi Rp160 Juta untuk Bencana Sumatra

Dari sisi Pegadaian, Pimpinan Wilayah Kanwil X Bandung Eko Supriyanto menegaskan bahwa Program Pegadaian Peduli Desa merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan. Tujuan utamanya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui penguatan sarana ekonomi dan pemberdayaan warga. Dengan demikian, program ini tidak sekadar mempercantik kawasan, tetapi juga ingin membangun fondasi kemandirian ekonomi yang lebih kuat.

Eko menjelaskan bahwa selain menghadirkan fasilitas fisik, Pegadaian juga ingin mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pembinaan UMKM, literasi keuangan, dan edukasi investasi seperti tabungan emas. Pendekatan ini cukup penting, karena pembangunan desa yang berkelanjutan memang tidak cukup hanya dengan bangunan baru. Warganya juga harus dibekali pengetahuan agar bisa mengelola peluang yang muncul. Kalau kiosnya bagus tapi yang jualan masih bingung kelola uang, ya ujung-ujungnya setengah jalan juga.

Pegadaian juga menyoroti pentingnya literasi keuangan di tengah maraknya pinjaman online dan investasi ilegal yang mulai menyasar masyarakat desa. Karena itu, kehadiran program ini diharapkan tidak hanya mengangkat potensi wisata dan usaha kecil, tetapi juga memperkuat daya tahan warga agar tidak mudah terjebak dalam praktik keuangan yang merugikan. Dalam konteks desa yang sedang berkembang, edukasi seperti ini justru bisa jadi benteng yang sama pentingnya dengan fasilitas fisik.

Baca Juga :  Polres Purwakarta Jalani Pengawasan Operasi Ketupat Lodaya untuk Evaluasi Lebaran

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyambut baik program tersebut dan memberikan apresiasi kepada Pegadaian karena dinilai tepat memilih Desa Pasirnanjung sebagai lokasi bantuan. Ia menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak bisa dilakukan pemerintah sendirian, melainkan harus melibatkan banyak pihak dalam semangat kolaborasi pentahelix, termasuk dunia usaha. Menurutnya, Pasirnanjung bisa dijadikan semacam laboratorium pembangunan desa, dengan indikator keberhasilan yang jelas: masyarakat lebih sejahtera, kemiskinan menurun, dan desa semakin maju.

Pada akhirnya, Program Pegadaian Peduli Desa di Pasirnanjung memperlihatkan bagaimana sinergi antara pemerintah desa, pemerintah daerah, dan sektor usaha dapat membentuk gerakan pembangunan yang lebih hidup. Jika pembinaan benar-benar dilanjutkan dan fasilitas yang dibangun dimanfaatkan secara maksimal, maka program ini berpotensi menjadi model penguatan desa wisata yang tidak hanya ramai di awal, tetapi juga kokoh dalam jangka panjang.

Berita Terkait

Alumni LPDP Turun Mengajar di SD Sumedang untuk Percepat Transformasi Pendidikan Digital
Sumedang Arahkan Pembangunan 2027 ke Pertumbuhan Produktivitas Ekonomi yang Lebih Berkualitas
Babinsa Magetan Kawal Penyaluran Bantuan Pangan agar Tepat Sasaran dan Tetap Aman
Forkopimca Plaosan Gelar Apel dan Halal Bihalal untuk Perkuat Silaturahmi Pasca-Lebaran
Posyandu Balita di Magetan Didorong Jadi Benteng Awal Cegah Stunting dan Penyakit Anak
Saka Wira Kartika Barat Gelar Halal Bihalal untuk Perkuat Karakter dan Kebersamaan
Cimahi Terapkan WFH Jumat untuk ASN dengan Layanan Publik Tetap Berjalan
Cimahi Perkuat Bank Sampah dan TPS 3R untuk Kurangi Beban Sarimukti

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 12:50 WIB

Alumni LPDP Turun Mengajar di SD Sumedang untuk Percepat Transformasi Pendidikan Digital

Rabu, 8 April 2026 - 12:50 WIB

Sumedang Arahkan Pembangunan 2027 ke Pertumbuhan Produktivitas Ekonomi yang Lebih Berkualitas

Rabu, 8 April 2026 - 12:50 WIB

Babinsa Magetan Kawal Penyaluran Bantuan Pangan agar Tepat Sasaran dan Tetap Aman

Rabu, 8 April 2026 - 12:50 WIB

Forkopimca Plaosan Gelar Apel dan Halal Bihalal untuk Perkuat Silaturahmi Pasca-Lebaran

Rabu, 8 April 2026 - 12:49 WIB

Posyandu Balita di Magetan Didorong Jadi Benteng Awal Cegah Stunting dan Penyakit Anak

Berita Terbaru