PT Pegadaian Kanwil X Bandung kembali menunjukkan komitmennya dalam pembangunan desa melalui peresmian Program Peduli Desa di Desa Wisata Pasirnanjung, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang. Kegiatan yang digelar pada Kamis, 2 April 2026 itu ditandai dengan penyerahan bantuan secara simbolis dan prosesi gunting pita, sekaligus menjadi penanda dimulainya operasional sarana-sarana baru yang disiapkan untuk menunjang pengembangan desa wisata.
Program ini tidak hadir dalam bentuk bantuan sesaat, melainkan melalui pembangunan fasilitas yang dirancang untuk memperkuat ekonomi desa secara lebih berkelanjutan. Sejumlah sarana yang dihadirkan antara lain gapura desa, papan informasi, penunjuk arah, kios UMKM, fasilitas wisata, hingga sarana olahraga. Kehadiran elemen-elemen ini memperlihatkan bahwa program CSR Pegadaian diarahkan untuk membangun ekosistem desa, bukan sekadar memberikan bantuan fisik yang berdiri sendiri.
Kepala Desa Pasirnanjung, Susi Herawati, menyampaikan rasa syukur karena desanya terpilih sebagai salah satu penerima program. Menurutnya, kepercayaan tersebut menjadi penyemangat bagi pemerintah desa dan masyarakat untuk terus mengembangkan potensi wisata dan UMKM yang dimiliki. Harapan besarnya, kolaborasi semacam ini tidak berhenti pada satu momentum peresmian, tetapi bisa berlanjut hingga benar-benar menghasilkan dampak ekonomi yang terasa.
Dari sisi Pegadaian, Pimpinan Wilayah Kanwil X Bandung Eko Supriyanto menegaskan bahwa Program Pegadaian Peduli Desa merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan. Tujuan utamanya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui penguatan sarana ekonomi dan pemberdayaan warga. Dengan demikian, program ini tidak sekadar mempercantik kawasan, tetapi juga ingin membangun fondasi kemandirian ekonomi yang lebih kuat.
Eko menjelaskan bahwa selain menghadirkan fasilitas fisik, Pegadaian juga ingin mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pembinaan UMKM, literasi keuangan, dan edukasi investasi seperti tabungan emas. Pendekatan ini cukup penting, karena pembangunan desa yang berkelanjutan memang tidak cukup hanya dengan bangunan baru. Warganya juga harus dibekali pengetahuan agar bisa mengelola peluang yang muncul. Kalau kiosnya bagus tapi yang jualan masih bingung kelola uang, ya ujung-ujungnya setengah jalan juga.
Pegadaian juga menyoroti pentingnya literasi keuangan di tengah maraknya pinjaman online dan investasi ilegal yang mulai menyasar masyarakat desa. Karena itu, kehadiran program ini diharapkan tidak hanya mengangkat potensi wisata dan usaha kecil, tetapi juga memperkuat daya tahan warga agar tidak mudah terjebak dalam praktik keuangan yang merugikan. Dalam konteks desa yang sedang berkembang, edukasi seperti ini justru bisa jadi benteng yang sama pentingnya dengan fasilitas fisik.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyambut baik program tersebut dan memberikan apresiasi kepada Pegadaian karena dinilai tepat memilih Desa Pasirnanjung sebagai lokasi bantuan. Ia menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak bisa dilakukan pemerintah sendirian, melainkan harus melibatkan banyak pihak dalam semangat kolaborasi pentahelix, termasuk dunia usaha. Menurutnya, Pasirnanjung bisa dijadikan semacam laboratorium pembangunan desa, dengan indikator keberhasilan yang jelas: masyarakat lebih sejahtera, kemiskinan menurun, dan desa semakin maju.
Pada akhirnya, Program Pegadaian Peduli Desa di Pasirnanjung memperlihatkan bagaimana sinergi antara pemerintah desa, pemerintah daerah, dan sektor usaha dapat membentuk gerakan pembangunan yang lebih hidup. Jika pembinaan benar-benar dilanjutkan dan fasilitas yang dibangun dimanfaatkan secara maksimal, maka program ini berpotensi menjadi model penguatan desa wisata yang tidak hanya ramai di awal, tetapi juga kokoh dalam jangka panjang.






