Masjid Agung Sumedang Hidupkan Takbir dan Tabuh Bedug Kampung Ramadan

Avatar photo

- Penulis Berita

Minggu, 22 Maret 2026 - 12:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Masjid Agung Sumedang Hidupkan Takbir dan Tabuh Bedug Kampung Ramadan

Masjid Agung Sumedang Hidupkan Takbir dan Tabuh Bedug Kampung Ramadan

Malam takbiran di Sumedang tahun ini tidak hanya diwarnai lantunan takbir, tetapi juga dentuman bedug yang berpadu rapi dalam satu panggung tradisi. Masjid Agung Sumedang menggelar Festival Gema Takbir dan Tabuh Bedug Kampung Ramadan ke-15 pada Jumat malam, sebagai selebrasi menyambut Idulfitri 1447 H.

Panitia menyusun acara ini bukan semata hiburan, melainkan upaya merawat warisan budaya Islam lokal. Bedug, yang selama ini identik dengan penanda waktu dan syiar, diolah menjadi seni perkusi yang tetap menjaga suasana khidmat. Hasilnya, takbir terasa hidup, namun tidak kehilangan adabnya.

Festival juga diharapkan menjadi ruang kreatif lintas generasi. Pemuda muslim mendapat wadah untuk mengekspresikan energi mereka secara positif, sekaligus belajar mengemas tradisi menjadi kegiatan yang lebih teratur dan berdaya tarik bagi masyarakat luas.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir hadir dan memberikan apresiasi kepada DKM serta Ikatan Remaja Masjid Agung (IRMA) yang menginisiasi kegiatan. Ia menilai festival semacam ini ikut memperkuat syiar Ramadan dan membantu menjaga atmosfer religius hingga malam kemenangan.

Baca Juga :  Panen Terong Teluknaga, Mustahik Bangkit lewat Lumbung BAZNAS

Di sisi lain, bupati menyoroti manfaat sosialnya. Dengan adanya titik kegiatan yang terpusat di masjid, konsentrasi warga tidak menumpuk di jalan. Ini menjadi alternatif dari takbir keliling yang sering memicu kepadatan, risiko kecelakaan, dan gangguan ketertiban.

Menurutnya, masjid menyediakan ruang berkumpul yang lebih aman dan lebih terarah. Warga tetap bisa merayakan malam takbiran secara meriah, tetapi dengan pola yang tertib: datang, berzikir, bertakbir, menikmati tabuhan bedug, lalu pulang dengan aman.

Bupati juga menyebut festival ini sebagai ikhtiar melestarikan “tradisi lama yang baik”. Di saat banyak kebiasaan baik mudah tergeser tren sesaat, kegiatan seperti tabuh bedug dan gema takbir justru bisa menjadi sarana dakwah yang halus—menguatkan rasa, bukan sekadar ramai.

Dengan atmosfer yang hangat dan penuh kebersamaan, festival di Masjid Agung Sumedang memberi pesan sederhana: merayakan hari besar tidak harus selalu turun ke jalan. Kadang, cukup kembali ke pusatnya—masjid—lalu biarkan takbir dan bedug bekerja sebagai pengingat kebersamaan.

Berita Terkait

Alumni LPDP Turun Mengajar di SD Sumedang untuk Percepat Transformasi Pendidikan Digital
Sumedang Arahkan Pembangunan 2027 ke Pertumbuhan Produktivitas Ekonomi yang Lebih Berkualitas
Babinsa Magetan Kawal Penyaluran Bantuan Pangan agar Tepat Sasaran dan Tetap Aman
Forkopimca Plaosan Gelar Apel dan Halal Bihalal untuk Perkuat Silaturahmi Pasca-Lebaran
Posyandu Balita di Magetan Didorong Jadi Benteng Awal Cegah Stunting dan Penyakit Anak
Saka Wira Kartika Barat Gelar Halal Bihalal untuk Perkuat Karakter dan Kebersamaan
Cimahi Terapkan WFH Jumat untuk ASN dengan Layanan Publik Tetap Berjalan
Cimahi Perkuat Bank Sampah dan TPS 3R untuk Kurangi Beban Sarimukti

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 12:50 WIB

Alumni LPDP Turun Mengajar di SD Sumedang untuk Percepat Transformasi Pendidikan Digital

Rabu, 8 April 2026 - 12:50 WIB

Sumedang Arahkan Pembangunan 2027 ke Pertumbuhan Produktivitas Ekonomi yang Lebih Berkualitas

Rabu, 8 April 2026 - 12:50 WIB

Babinsa Magetan Kawal Penyaluran Bantuan Pangan agar Tepat Sasaran dan Tetap Aman

Rabu, 8 April 2026 - 12:50 WIB

Forkopimca Plaosan Gelar Apel dan Halal Bihalal untuk Perkuat Silaturahmi Pasca-Lebaran

Rabu, 8 April 2026 - 12:49 WIB

Posyandu Balita di Magetan Didorong Jadi Benteng Awal Cegah Stunting dan Penyakit Anak

Berita Terbaru