Suasana Ramadan di Lampung Selatan dimanfaatkan untuk memperkuat relasi antara pemerintah daerah dan insan pers. Dalam acara buka puasa bersama yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia Kabupaten Lampung Selatan dan disertai santunan anak yatim, Bupati Radityo Egi Pratama menyampaikan pesan bahwa media seharusnya tidak berhenti sebagai penyalur kabar, melainkan ikut menjadi penyeimbang dalam pembangunan daerah.
Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Wartawan R.A. Taher Tjindar Boemi, Sekretariat PWI Lampung Selatan, pada 17 Maret 2026. Suasana yang terbangun terasa hangat karena agenda itu bukan hanya menjadi forum seremonial Ramadan, tetapi juga ruang dialog antara pemerintah, organisasi pers, dan unsur terkait mengenai arah komunikasi publik yang lebih sehat.
Dalam sambutannya, Egi menyampaikan bahwa ia memandang rekan-rekan media sebagai bagian dari keluarga besar pembangunan, bukan sekadar mitra formal yang hadir saat konferensi pers. Menurutnya, kehadiran pers penting sebagai teman berdiskusi, pengingat, sekaligus pihak yang berani memberi kritik agar kebijakan daerah tidak berjalan tanpa koreksi.
Ia menekankan bahwa fungsi media sangat strategis dalam membentuk ruang informasi yang sehat. Bagi Egi, tugas jurnalis bukan hanya membuat masyarakat cepat tahu, tetapi juga membantu publik memahami mana informasi yang benar-benar berguna bagi keberlanjutan daerah. Singkatnya, berita itu bagus bukan hanya kalau cepat naik, tapi juga kalau tidak bikin pikiran warga jadi keruh.
Bupati juga mengajak insan pers menggunakan akal, hati, dan pengaruh yang dimiliki untuk menyampaikan hal-hal yang berdampak positif bagi Lampung Selatan. Pesan itu sejalan dengan semangat Ramadan yang identik dengan refleksi, pengendalian diri, dan keinginan untuk memperbaiki keadaan bersama.
Menurut Egi, membangun daerah seharusnya tidak dilakukan dengan semangat saling menyalahkan. Ia menilai yang lebih penting adalah keberanian melihat ke dalam, mengenali kekurangan, lalu memperbaikinya secara bertahap. Dalam konteks itulah media berperan besar, karena pemberitaan yang jernih dapat membantu pemerintah dan masyarakat sama-sama bergerak ke arah yang lebih baik.
Ketua PWI Lampung Selatan, Edwin Apriandi, menyebut kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus bentuk kepedulian sosial melalui santunan anak yatim. Ia juga mengapresiasi kehadiran dan dukungan Bupati Lampung Selatan yang dinilai memperkuat rasa kebersamaan antara pemerintah daerah dan insan pers di wilayah tersebut.
Melalui momentum ini, tercermin bahwa hubungan pemerintah dan media idealnya dibangun di atas saling menghargai, bukan saling curiga. Ketika pers diberi ruang sebagai mitra kritis dan pemerintah terbuka terhadap masukan, informasi pembangunan bisa tersampaikan lebih baik, lebih tepat, dan lebih berguna bagi masyarakat luas.






