Selama masa Angkutan Lebaran 2026, PMI Kabupaten Bojonegoro membuka layanan kesehatan di rest area UPT Pengujian Kendaraan Bermotor milik Dinas Perhubungan. Langkah ini dilakukan untuk membantu pemudik yang melintas dan membutuhkan pertolongan awal, terutama saat perjalanan panjang mulai memicu kelelahan.
Kehadiran tim PMI di lokasi tersebut merupakan tindak lanjut dari program kerja organisasi sekaligus arahan pimpinan PMI Bojonegoro. Fokusnya jelas, yakni memastikan pemudik yang singgah tidak hanya mendapatkan tempat beristirahat, tetapi juga akses pada layanan kesehatan dasar bila sewaktu-waktu dibutuhkan.
Menurut Staf Pelayanan Kesehatan Sosial PMI Kabupaten Bojonegoro, Wahyu Theo Alfian, personel yang diturunkan bertugas sejak 14 hingga 28 Maret 2026. Setiap hari pelayanan dibagi dalam dua shift, dan masing-masing shift diisi tiga orang. Skema ini disusun agar penjagaan tetap berjalan stabil selama periode mudik dan arus balik.
Petugas yang dilibatkan berasal dari berbagai unsur, mulai dari staf markas PMI, personel Unit Donor Darah, hingga relawan mahasiswa dari sejumlah kampus. Mereka dipilih karena memiliki dasar pengetahuan kesehatan, sehingga peran di lapangan tidak hanya sebatas berjaga, tetapi benar-benar bisa memberi bantuan yang diperlukan.
Rest area UPT PKB menjadi salah satu titik penting yang disiapkan Pemkab Bojonegoro untuk melayani pelintas selama Lebaran. Selain menyediakan ruang singgah bagi pengendara, lokasi ini juga dirancang sebagai tempat yang lebih aman dan nyaman untuk memulihkan kondisi sebelum perjalanan dilanjutkan.
Dalam praktiknya, pemudik yang mengalami kelelahan, keluhan fisik ringan, atau membutuhkan penanganan pertama dapat memanfaatkan layanan PMI tersebut. Kehadiran petugas kesehatan di titik istirahat seperti ini cukup penting, karena kelelahan di jalan sering datang pelan-pelan lalu mendadak bikin tubuh menyerah di waktu yang tidak enak.
PMI menilai dukungan semacam ini merupakan bagian dari pelayanan kemanusiaan selama musim mudik. Tidak semua risiko di perjalanan berbentuk keadaan darurat besar. Kadang justru hal yang terlihat sederhana, seperti pusing, tekanan darah turun, atau kelelahan berkendara, perlu segera ditangani agar tidak berkembang menjadi masalah yang lebih serius.
Dengan menempatkan personel di rest area, PMI Bojonegoro ingin ikut memastikan perjalanan Lebaran warga berlangsung lebih aman dan manusiawi. Kehadiran mereka bukan hanya simbol kesiapsiagaan, tetapi juga bentuk layanan nyata agar pemudik bisa pulang dengan kondisi tubuh yang lebih terjaga sampai tujuan.






