Bupati Dony Dorong Iktikaf dan Amal di Sepuluh Malam Terakhir

Avatar photo

- Penulis Berita

Rabu, 11 Maret 2026 - 10:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir

Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengajak warga memaksimalkan sepuluh malam terakhir Ramadan sebagai fase “penentuan” ibadah. Pesan itu disampaikan saat Safari Ramadan Pemerintah Kabupaten Sumedang di Masjid Al Hikmah, Dusun Citaman, Desa Bojongloa, Kecamatan Buahdua, Selasa (10/3/2026).

Menurut Dony, sepuluh malam terakhir memiliki nilai keutamaan yang berbeda karena di dalamnya terdapat peluang bertemu Lailatul Qadar, malam yang disebut lebih baik dari seribu bulan. Karena itu, ia mendorong masyarakat menambah intensitas ibadah, bukan sekadar menjaga rutinitas.

Ia menekankan pentingnya memakmurkan masjid melalui kegiatan seperti iktikaf, membaca Al-Qur’an, memperbanyak doa, dan memperbanyak amal saleh. Bagi Dony, Ramadan bukan hanya soal menahan lapar, melainkan latihan disiplin spiritual yang membentuk karakter setelah Lebaran.

Dalam pesannya, Bupati juga menyinggung soal syukur. Ia mengingatkan bahwa rasa syukur bukan slogan, tetapi sikap yang diwujudkan lewat cara menjalani hidup: menerima karunia, menjaga kesehatan, menghargai keluarga, dan memanfaatkan kesempatan beribadah yang masih diberikan.

“Kalau bersyukur kepada Allah, maka Allah akan menambah nikmat kepada kita. Jalani hidup dengan penuh syukur, nikmati dan syukuri setiap karunia yang diberikan,” ucapnya.

Baca Juga :  Syech Muharram Tegaskan Pakta Integritas OPD Bukan Sekadar Seremoni

Selain fokus pada ibadah personal, Dony mengajak warga memperkuat kebersamaan. Menurutnya, kegiatan di masjid selama Ramadan juga menjadi ruang mempererat silaturahmi dan menjaga ukhuwah di tengah masyarakat, terutama saat suasana sosial mudah panas oleh hal-hal sepele.

Ia menilai masjid seharusnya hidup sepanjang Ramadan dan tetap ramai setelahnya. Jika Ramadan menjadi momentum kebiasaan baik, maka hasilnya bukan hanya pahala, tetapi juga lingkungan sosial yang lebih rukun dan saling peduli.

Sementara itu, Camat Buahdua Kiki Hakiki menyampaikan apresiasi atas kunjungan Bupati dan jajaran Pemkab melalui Safari Ramadan. Ia berharap silaturahmi tersebut memperkuat hubungan pemerintah dan masyarakat serta menambah semangat membangun Buahdua ke arah yang lebih baik.

Melalui ajakan ini, pemerintah daerah ingin menegaskan pesan sederhana: sepuluh malam terakhir bukan “bonus” di ujung Ramadan, melainkan garis finis. Dan di garis finis, yang paling rugi adalah yang sudah lari jauh, lalu berhenti tepat sebelum pita.

Berita Terkait

Alumni LPDP Turun Mengajar di SD Sumedang untuk Percepat Transformasi Pendidikan Digital
Sumedang Arahkan Pembangunan 2027 ke Pertumbuhan Produktivitas Ekonomi yang Lebih Berkualitas
Babinsa Magetan Kawal Penyaluran Bantuan Pangan agar Tepat Sasaran dan Tetap Aman
Forkopimca Plaosan Gelar Apel dan Halal Bihalal untuk Perkuat Silaturahmi Pasca-Lebaran
Posyandu Balita di Magetan Didorong Jadi Benteng Awal Cegah Stunting dan Penyakit Anak
Saka Wira Kartika Barat Gelar Halal Bihalal untuk Perkuat Karakter dan Kebersamaan
Cimahi Terapkan WFH Jumat untuk ASN dengan Layanan Publik Tetap Berjalan
Cimahi Perkuat Bank Sampah dan TPS 3R untuk Kurangi Beban Sarimukti

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 12:50 WIB

Alumni LPDP Turun Mengajar di SD Sumedang untuk Percepat Transformasi Pendidikan Digital

Rabu, 8 April 2026 - 12:50 WIB

Sumedang Arahkan Pembangunan 2027 ke Pertumbuhan Produktivitas Ekonomi yang Lebih Berkualitas

Rabu, 8 April 2026 - 12:50 WIB

Babinsa Magetan Kawal Penyaluran Bantuan Pangan agar Tepat Sasaran dan Tetap Aman

Rabu, 8 April 2026 - 12:50 WIB

Forkopimca Plaosan Gelar Apel dan Halal Bihalal untuk Perkuat Silaturahmi Pasca-Lebaran

Rabu, 8 April 2026 - 12:49 WIB

Posyandu Balita di Magetan Didorong Jadi Benteng Awal Cegah Stunting dan Penyakit Anak

Berita Terbaru