Luapan Sungai Cibitung Sebabkan Area Wisata dan Lahan Warga Terendam di Bandung Barat

Avatar photo

- Penulis Berita

Jumat, 5 Desember 2025 - 09:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hujan deras yang mengguyur wilayah Bandung Barat pada Kamis (4/12/2025) kembali memicu bencana hidrometeorologi. Sejumlah titik di kabupaten tersebut dilaporkan mengalami banjir bandang dan tanah longsor setelah curah hujan meningkat drastis sejak siang hari.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandung Barat menyebutkan bahwa meluapnya Sungai Cibitung di Desa Mukapayung, Kecamatan Cililin, menjadi salah satu dampak paling menonjol dari cuaca ekstrem ini. Air sungai yang tak lagi tertampung mengalir ke area persawahan dan kemudian masuk ke kawasan wisata Lembah Curugan Gunung Putri, membawa serta lumpur dan material lain.

Asep Sehabudin, Kepala Pelaksana BPBD Bandung Barat, menjelaskan bahwa lokasi objek wisata yang berada tepat di sisi sungai membuat area tersebut cepat tergenang. Ia mengatakan bahwa kenaikan debit air berlangsung dalam waktu singkat karena intensitas hujan yang sangat tinggi. Area wisata dan sekitar lima hektare lahan yang berada di bantaran sungai menjadi wilayah pertama yang terendam.

Berdasarkan peninjauan awal, BPBD memastikan bahwa perumahan warga tidak terdampak karena berada pada posisi lebih jauh dari jalur luapan. Meski begitu, Asep tetap mengimbau masyarakat di wilayah rawan untuk mengantisipasi potensi bencana susulan, mengingat curah hujan diperkirakan masih tinggi dalam beberapa hari ke depan.

Baca Juga :  PT Insight Investment Management Didakwa Raup Untung Rp41,2 Miliar di Tengah Kerugian Negara Rp1 Triliun

Asep juga menambahkan bahwa lahan sawah yang tergenang saat ini merupakan aset milik Indonesia Power, namun masih dimanfaatkan warga untuk bercocok tanam. Pendataan detail terkait luas dan kerusakan area yang terkena banjir masih berlangsung.

Selain banjir, curah hujan yang intens turut menyebabkan tanah longsor di dua kecamatan. Di Desa Nanggerang, Kecamatan Cililin, material longsor menutup badan jalan sehingga kendaraan roda empat tidak dapat melintas. Sementara itu, longsor di Kampung Cigagak, Desa Buninagara, Kecamatan Sindangkerta, menutup total akses warga setempat.

Petugas gabungan dari BPBD, pemerintah desa, dan relawan kini melakukan penanganan awal serta upaya pembersihan material longsor untuk memulihkan akses jalan dan menilai tingkat kerusakan di wilayah terdampak.

Berita Terkait

BAZNAS Bangun Kelas Darurat untuk Jaga Semangat Belajar Anak Gaza
Prada Nawawi Harumkan Indonesia Juara Hifdzil Quran 30 Juz Libya
Prabowo dan Kabinet Tunaikan Zakat Istana melalui BAZNAS RI
Prabowo Resmikan 218 Jembatan Nasional, TNI Dampingi dari Hambalang Bogor
Panglima TNI Soroti Ancaman Siber Saat HUT Ke-65 Kostrad
Prabowo Menangis Saat Apresiasi BAZNAS Salurkan Bantuan Kemanusiaan Palestina
Panglima TNI Pimpin Prosesi Penyerahan Jenazah dan Pemakaman Try Sutrisno
BAZNAS Salurkan 2.400 Pakaian Baru untuk Pengungsi Gaza Saat Ramadan

Berita Terkait

Kamis, 26 Maret 2026 - 18:44 WIB

BAZNAS Bangun Kelas Darurat untuk Jaga Semangat Belajar Anak Gaza

Senin, 16 Maret 2026 - 11:14 WIB

Prada Nawawi Harumkan Indonesia Juara Hifdzil Quran 30 Juz Libya

Sabtu, 14 Maret 2026 - 10:22 WIB

Prabowo dan Kabinet Tunaikan Zakat Istana melalui BAZNAS RI

Selasa, 10 Maret 2026 - 21:15 WIB

Prabowo Resmikan 218 Jembatan Nasional, TNI Dampingi dari Hambalang Bogor

Minggu, 8 Maret 2026 - 10:18 WIB

Panglima TNI Soroti Ancaman Siber Saat HUT Ke-65 Kostrad

Berita Terbaru