RAGAMNETWORK.COM – Peringatan HUT ke-80 PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN) 2025 yang digelar di Lapang Pajagan, Kecamatan Cisitu, menjadi titik tolak evaluasi bagi dunia pendidikan di Kabupaten Sumedang.
Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menegaskan bahwa sektor pendidikan saat ini tengah memasuki fase transformasi besar-besaran. Tantangan utama datang dari pesatnya perkembangan teknologi digital dan penetrasi kecerdasan buatan (artificial intelligence) dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan pesan strategis yang dikutip dari sambutan Ketua Umum PB PGRI, Unifah Rosyidi.
Ia menekankan bahwa peran guru tidak boleh lagi terjebak hanya sebagai penyampai materi di depan kelas. Sebaliknya, pendidik harus bertransformasi menjadi motor penggerak kreativitas dan pembaharu metode belajar yang adaptif.
“Guru jangan berhenti di zona nyaman. Jadikan setiap tantangan sebagai peluang untuk berinovasi. Guru yang berdaya adalah guru yang terus belajar,” ujar Bupati Dony di hadapan para peserta upacara.
Perubahan zaman yang serba cepat ini dinilai bukan sesuatu yang harus ditakuti, melainkan harus direspons dengan pengembangan kompetensi yang serius.
Pola pikir bertumbuh atau growth mindset disebut sebagai modal paling krusial bagi para guru saat ini. Dengan mentalitas tersebut, guru diharapkan mampu membuka diri terhadap pembaruan serta luwes menyesuaikan diri dengan kurikulum yang dinamis.
Selain itu, guru juga didorong untuk menerima umpan balik sebagai bahan evaluasi diri. Mereka diminta terus mencoba metode pengajaran baru tanpa dihantui rasa takut akan kegagalan.
Dampak dari perubahan pola pikir ini diyakini akan sangat signifikan bagi kualitas peserta didik.
“Guru dengan growth mindset akan menularkan energi positif kepada murid. Ketika guru mau berubah, murid otomatis ikut berubah, sikap belajar sepanjang hayat harus menjadi karakter yang harus tertanam kuat pada setiap pendidik,” kata Bupati.
Menutup arahannya, Bupati Dony mengajak seluruh elemen pendidikan untuk menjadikan sekolah sebagai laboratorium kreativitas.
“Sumedang tidak mungkin maju tanpa guru-guru yang inovatif. Mari terus bertumbuh bersama dan menjadikan sekolah sebagai ruang kreatif bagi masa depan anak-anak kita,” pungkasnya.






