Google Tepis Isu Data Privasi Gmail Dieksploitasi untuk Latih Gemini

Avatar photo

- Penulis Berita

Selasa, 25 November 2025 - 13:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RAGAMNETWORK.COM – Media sosial X (dahulu Twitter) baru-baru ini diramaikan oleh gelombang kepanikan di kalangan pengguna Gmail. Banyak unggahan memperingatkan pengguna untuk segera mematikan fitur pintar tertentu, dengan narasi bahwa Google secara diam-diam mengubah kebijakan privasinya. Rumor tersebut menuduh raksasa teknologi ini mengeksploitasi konten email pribadi dan lampiran pengguna untuk melatih model kecerdasan buatan (AI) mereka, Gemini.

Kekhawatiran ini memuncak setelah akun X bernama Dave Jones mengunggah tangkapan layar pengaturan Gmail. Gambar tersebut menyoroti teks persetujuan yang berbunyi bahwa dengan mengaktifkan fitur, pengguna mengizinkan Google menggunakan konten dan data aktivitas untuk fitur pintar. Ketakutan publik semakin menjadi-jadi mengingat Google baru saja meluncurkan pembaruan kemampuan Gemini dalam ekosistem Workspace, memicu spekulasi bahwa privasi email telah dikorbankan demi ambisi AI.

Menanggapi kegaduhan tersebut, Google langsung bergerak cepat untuk meluruskan informasi. Juru bicara Google, Jenny Thomson, memberikan pernyataan tegas kepada The Verge. “Laporan ini menyesatkan. Kami tidak mengubah pengaturan siapa pun,” tegasnya. Thomson menjelaskan bahwa fitur cerdas Gmail sebenarnya telah eksis selama bertahun-tahun, jauh sebelum demam AI generatif meledak, dan fungsinya sama sekali tidak terkait dengan pelatihan model AI.

Baca Juga :  Bocoran Galaxy S26 Ultra: Varian 1TB Dapat RAM 16 GB, Sensor Kamera Lebih Besar

Menurut Google, mengaktifkan fitur cerdas hanya memberikan izin kepada sistem untuk menjalankan tugas-tugas otomatisasi personal. Contohnya meliputi pelacakan pesanan belanja, penyaringan spam, atau menambahkan jadwal penerbangan dari email langsung ke kalender pengguna. Dalam laman pengaturannya, Google memang menyatakan penggunaan konten untuk “memprioritaskan pengalaman,” namun perusahaan menekankan garis batas yang jelas: hal itu tidak berarti pengiriman data email untuk melatih model AI umum.

Kendati Google telah menjamin transparansi dan membantah isu tersebut, kewaspadaan mandiri tetap disarankan. Laporan dari The Verge menemukan anomali di mana pengaturan privasi pada akun editor mereka terdeteksi aktif kembali secara otomatis meski sebelumnya telah dimatikan. Oleh karena itu, pengguna disarankan untuk tetap meninjau ulang pengaturan privasi secara berkala untuk memastikan kendali penuh atas data mereka tetap terjaga.

Berita Terkait

Amazon Leo Gandeng Delta untuk Wi-Fi Pesawat dan Tantang Dominasi Starlink
Starlink Percepat Layanan Satelit Asia-Pasifik lewat D2D dan Kemitraan Operator Besar
Krisis RAM Disebut Jadi Kesempatan Apple Perluas Pengaruh di Pasar PC
Apple Rayakan 50 Tahun, Dari Garasi California ke Raksasa Teknologi Dunia
Alexa+ Resmi Hadir di Inggris, Amazon Bawa Fitur Lokal dan Harga Baru
OpenAI Pertimbangkan Sora Masuk ke ChatGPT untuk Bikin Video Langsung
Netflix Akuisisi InterPositive, Startup AI Ben Affleck untuk Pasca Produksi
Harga RAM Samsung untuk Apple Naik Tajam, iPhone dan Mac Terancam Lebih Mahal
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 09:41 WIB

Amazon Leo Gandeng Delta untuk Wi-Fi Pesawat dan Tantang Dominasi Starlink

Jumat, 3 April 2026 - 11:05 WIB

Starlink Percepat Layanan Satelit Asia-Pasifik lewat D2D dan Kemitraan Operator Besar

Rabu, 1 April 2026 - 09:24 WIB

Krisis RAM Disebut Jadi Kesempatan Apple Perluas Pengaruh di Pasar PC

Selasa, 31 Maret 2026 - 10:07 WIB

Apple Rayakan 50 Tahun, Dari Garasi California ke Raksasa Teknologi Dunia

Jumat, 20 Maret 2026 - 10:58 WIB

Alexa+ Resmi Hadir di Inggris, Amazon Bawa Fitur Lokal dan Harga Baru

Berita Terbaru