Filosofi ‘Mapag Air’ Sorot Pentingnya Konservasi di Gebyar Pesona Budaya Garut

Avatar photo

- Penulis Berita

Minggu, 23 November 2025 - 09:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RAGAMNETWORK.COM – Ribuan pasang mata memadati Halaman Bale Paminton di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kecamatan Garut Kota, pada Sabtu malam (22/11/2025). Sorotan lampu dan gemuruh tepuk tangan mengiringi pembukaan Gebyar Pesona Budaya Garut (GPBG) 2025 yang diresmikan langsung oleh Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin.

Di tengah kemeriahan atraksi wayang golek yang menutup malam pembukaan, terselip pesan mendalam mengenai filosofi hidup masyarakat Garut yang menyatu dengan alam.

Perhatian khusus tertuju pada penampilan tradisi Mapag Air dan silat yang sarat makna. Bupati Abdusy Syakur melihat pertunjukan ini bukan sekadar atraksi panggung, melainkan refleksi spirit lokal dalam memuliakan lingkungan. “Saya melihat budaya jaga air adalah sumber kehidupan kita semua.

Kita harus menjaga dan memeliharanya sebaik-baiknya agar air tidak menjadi lawan kita,” ujarnya, mengingatkan publik pada potensi bencana banjir dan longsor akibat kelalaian manusia menjaga alam.

Bupati menegaskan bahwa budaya adalah identitas yang harus dijaga integritasnya. Ia berharap GPBG dapat digelar lebih intensif sebagai ruang promosi sekaligus penguat kebanggaan warga terhadap jati dirinya. “Budaya Garut itu budaya yang hebat, memiliki keunikan khas, sehingga kewajiban kita semua untuk menjaga, memelihara, dan mengembangkannya,” tegasnya di hadapan jajaran Forkopimda, Wakil Bupati, dan Sekda yang turut hadir.

Baca Juga :  Manipulasi Opini di Pusaran Korupsi Timah, Terbongkar Aliran Dana Buzzer Rp 597 Juta per Bulan untuk Harvey Moeis

Potensi besar Garut dalam peta pariwisata Jawa Barat mendapat pengakuan dari Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Iendra Sofyan. Ia menilai Garut memiliki paket wisata lengkap yang dikenal dengan istilah Gurilap (Gunung, Rimba, Laut, dan Pantai), ditambah kekayaan warisan seperti Batik Garutan, Nyanet, Domba Garut, hingga Candi Cangkuang. “Acara Gebyar merupakan wujud nyata komitmen dalam melestarikan dan mempromosikan kekayaan budaya dan potensi pariwisata Garut dan Jawa Barat secara keseluruhan,” ungkap Iendra.

Dorongan agar budaya menjadi ujung tombak pariwisata juga disuarakan oleh Anggota Komisi X DPR RI, Ferdiansyah. Mengingat 80% wilayah Garut adalah kawasan konservasi, ia menekankan bahwa kelestarian alam dan budaya adalah tanggung jawab kolektif yang tidak bisa ditawar.

“Jadikan budaya menjadi destinasi di Kabupaten Garut untuk tujuan pariwisata,” katanya. Ferdiansyah juga menitipkan pesan krusial terkait pengelolaan lingkungan yang bernilai ekonomis. “Sampah di Kabupaten Garut harus bisa diolah menjadi sampah yang barokah untuk peningkatan ekonomi rakyat,” pungkasnya.

Berita Terkait

BAZNAS Bangun Kelas Darurat untuk Jaga Semangat Belajar Anak Gaza
Prada Nawawi Harumkan Indonesia Juara Hifdzil Quran 30 Juz Libya
Prabowo dan Kabinet Tunaikan Zakat Istana melalui BAZNAS RI
Prabowo Resmikan 218 Jembatan Nasional, TNI Dampingi dari Hambalang Bogor
Panglima TNI Soroti Ancaman Siber Saat HUT Ke-65 Kostrad
Prabowo Menangis Saat Apresiasi BAZNAS Salurkan Bantuan Kemanusiaan Palestina
Panglima TNI Pimpin Prosesi Penyerahan Jenazah dan Pemakaman Try Sutrisno
BAZNAS Salurkan 2.400 Pakaian Baru untuk Pengungsi Gaza Saat Ramadan
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 26 Maret 2026 - 18:44 WIB

BAZNAS Bangun Kelas Darurat untuk Jaga Semangat Belajar Anak Gaza

Senin, 16 Maret 2026 - 11:14 WIB

Prada Nawawi Harumkan Indonesia Juara Hifdzil Quran 30 Juz Libya

Sabtu, 14 Maret 2026 - 10:22 WIB

Prabowo dan Kabinet Tunaikan Zakat Istana melalui BAZNAS RI

Selasa, 10 Maret 2026 - 21:15 WIB

Prabowo Resmikan 218 Jembatan Nasional, TNI Dampingi dari Hambalang Bogor

Minggu, 8 Maret 2026 - 10:18 WIB

Panglima TNI Soroti Ancaman Siber Saat HUT Ke-65 Kostrad

Berita Terbaru