RAGAMNETWORK.COM – Ketidakpastian cuaca kini menjadi tantangan nyata yang dihadapi destinasi wisata pesisir seperti Pangandaran. Demi menjaga keberlangsungan ekonomi dan keselamatan pengunjung, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengambil langkah strategis dengan menggelar kegiatan Literasi Iklim Sektor Pariwisata.
Direktorat Layanan Iklim Terapan BMKG memfasilitasi agenda ini selama dua hari, yakni Selasa hingga Rabu, 18–19 November 2025, untuk membangun kesiapsiagaan daerah terhadap perubahan pola iklim.
Antusiasme tinggi terlihat dari partisipasi lima dinas terkait bersama 48 Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) se-Kabupaten Pangandaran.
Forum ini juga merangkul mitra strategis pariwisata lainnya, mulai dari PHRI, HPI, ORARI, ATTAP, hingga ASITA, untuk menyamakan persepsi mengenai mitigasi bencana.
Para peserta mendapatkan pembekalan intensif mengenai kondisi iklim terkini, pemetaan potensi risiko di wilayah pesisir, serta strategi perilaku adaptif yang krusial demi menjamin kenyamanan wisatawan.
Rangkaian acara tidak hanya berhenti pada teori di dalam ruangan. Pada hari kedua, seluruh elemen peserta turun langsung melakukan aksi nyata berupa penanaman pohon mangrove sebagai simbol komitmen bersama dalam menjaga ekosistem pesisir.
BMKG juga memperkenalkan penggunaan praktis aplikasi InfoBMKG melalui sesi demo dan sarasehan interaktif. Upaya ini diharapkan mampu mencetak destinasi wisata Pangandaran yang lebih tangguh, terukur, dan tetap menjadi primadona yang aman di tengah dinamika cuaca yang makin sulit diprediksi.






