Bupati Dony memandang keberadaan KDMP sangat vital sebagai wadah pemberdayaan yang mampu mendongkrak pendapatan masyarakat serta memperkuat rantai distribusi produk lokal demi kemandirian desa.
“Tidak boleh berjalan lambat. Koperasi ini akan menjadi motor penggerak ekonomi rakyat,” tegasnya di hadapan para pejabat wilayah. Ia menuntut para camat untuk turun tangan langsung memastikan setiap tahapan berjalan lancar, mulai dari proses pembangunan fisik, pendataan anggota, hingga penguatan kelembagaan koperasi agar tepat sasaran.
Untuk merealisasikan target tersebut, koordinasi intensif antara camat, kepala desa, dinas terkait, dan pendamping desa menjadi kunci agar hambatan administratif maupun teknis di lapangan dapat diminimalisir. Bupati menjamin bahwa pemerintah kabupaten tidak akan lepas tangan dalam proses ini. “Pemerintah kabupaten siap memberikan dukungan penuh, baik dalam bentuk pendampingan maupun fasilitasi kebutuhan awal operasional koperasi,” ujarnya memberikan jaminan.
Ekspektasi tinggi disematkan agar setiap kecamatan mampu menyelesaikan pembentukan koperasi sesuai tenggat waktu yang ditetapkan. Bupati Dony menekankan urgensi fungsi koperasi tersebut bagi kesejahteraan.
“KDMP harus aktif dan bisa memberikan manfaat nyata bagi warga sesegera mungkin.” Menanggapi arahan strategis ini, sejumlah camat yang hadir menyatakan kesiapan mereka untuk segera menindaklanjuti instruksi dengan mempercepat penyusunan rencana kerja di wilayah masing-masing.






