Perayaan Cap Go Meh yang digelar warga RW 17 Ruko 1000, Kelurahan Cengkareng Barat, Jakarta Barat, mendapat perhatian khusus dari Wakil Wali Kota Jakarta Barat, Yuli Hartono. Ia mengaku terperangah melihat kemeriahan festival yang berlangsung pada Sabtu, 28 Februari 2026.
Kegiatan tersebut dikemas dalam Festival Cap Go Meh RW 17 Ruko 1000 dan menghadirkan berbagai atraksi budaya. Warga menikmati penampilan barongsai, wushu, hiburan musik Tionghoa, hingga pembagian doorprize yang membuat suasana semakin meriah.
Dalam sambutannya, Yuli Hartono menyampaikan bahwa ini merupakan pengalaman pertamanya menghadiri perayaan Cap Go Meh di lingkungan tersebut. Ia menilai perayaan yang berlangsung hangat dan terbuka ini menjadi gambaran nyata praktik keberagaman yang hidup di tengah masyarakat.
Yuli juga mengaitkan momen tersebut dengan semangat keberagaman yang selama ini digaungkan di Indonesia. Menurutnya, kegiatan seperti ini penting untuk memperkuat ruang kebersamaan antarwarga, khususnya di wilayah perkotaan yang sangat beragam seperti Jakarta Barat.
Atas nama Pemerintah Kota Jakarta Barat, ia menyampaikan apresiasi kepada panitia dan warga RW 17 Cengkareng Barat yang telah menyelenggarakan perayaan secara meriah. Ia berharap kegiatan serupa dapat menginspirasi wilayah lain sehingga gaung perayaan budaya semakin meluas.
Dalam kesempatan yang sama, Yuli Hartono juga menyebut Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar lebih banyak rangkaian perayaan Imlek tahun ini dibanding tahun sebelumnya. Ia menambahkan bahwa puncak perayaan dijadwalkan berlangsung pada 3 Maret 2026 di kawasan Glodok Pancoran, Taman Sari.
Pemerintah, kata Yuli, ingin memberi ruang bagi warga untuk merayakan hari besar keagamaan dan budaya secara aman dan nyaman. Harapannya, dukungan terhadap kegiatan seperti Cap Go Meh dapat memperkuat kehidupan sosial yang rukun, damai, dan saling menghormati.
Sementara itu, Ketua RW 17 Cengkareng Barat, H. Rozali, menyampaikan bahwa perayaan tahun ini merupakan kali ketiga diselenggarakan warga RW 17 Ruko 1000. Ia menilai Cap Go Meh kali ini terasa lebih istimewa karena dirayakan bertepatan dengan suasana Ramadan, sehingga nuansa harmoni semakin terasa.
Mengusung tema “Harmoni dalam Keberagaman”, perayaan ini disebut menjadi bukti kuatnya semangat gotong royong warga. Kegiatan turut dihadiri unsur kecamatan, kelurahan, FKUB, TNI-Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga setempat, menegaskan kolaborasi lintas unsur dalam merawat kerukunan.






