Satgas Yonif 711/Raksatama menggelar pelatihan pengolahan lahan pertanian modern bagi warga Distrik Tigi, Kabupaten Deiyai, Papua Tengah. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan keterampilan budidaya.
Pelatihan dilaksanakan dengan pendekatan praktik langsung agar materi lebih mudah dipahami dan diterapkan. Warga tidak hanya menerima penjelasan, tetapi juga terlibat dalam tahapan pengolahan lahan sehingga bisa melihat contoh teknik yang efektif secara langsung di lapangan.
Fokus pelatihan meliputi pengolahan tanah yang lebih efisien, pembuatan bedengan yang baik, penggunaan pupuk organik, serta teknik penanaman yang lebih teratur. Seluruh materi disusun untuk membantu masyarakat meningkatkan kualitas hasil tanam dengan metode yang relatif sederhana dan mudah diadaptasi.
Personel Satgas turut mendampingi masyarakat sejak tahap awal, mulai dari persiapan lahan hingga proses penanaman bibit. Pendampingan ini penting agar warga dapat memahami urutan kerja yang benar sekaligus berkonsultasi langsung saat menghadapi kendala teknis selama praktik.
Danpos Waghete Baru, Letda Inf Stenly, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program pembinaan teritorial. Menurutnya, kegiatan tersebut diarahkan untuk membantu warga mengoptimalkan potensi pertanian lokal yang masih dapat dikembangkan lebih baik.
Ia menegaskan bahwa pengetahuan yang dibagikan mungkin terlihat sederhana, tetapi dapat memberi dampak besar jika diterapkan secara konsisten. Harapannya, hasil panen masyarakat tidak hanya meningkat dari sisi jumlah, tetapi juga lebih baik dari sisi kualitas.
Selain materi pengolahan lahan dan penanaman, warga juga dibekali pemahaman tentang pentingnya rotasi tanaman. Praktik ini diperlukan untuk menjaga kesuburan tanah dan mengurangi risiko penurunan produktivitas akibat pola tanam yang monoton pada lahan yang sama.
Satgas juga mengenalkan pengendalian hama secara alami sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan. Pendekatan ini dapat membantu masyarakat menekan ketergantungan pada bahan kimia sekaligus menjaga kualitas lahan dan tanaman tetap sehat dalam jangka panjang.
Pemanfaatan lahan tidur turut menjadi materi penting dalam pelatihan. Dengan pengelolaan yang tepat, lahan yang sebelumnya kurang produktif dapat diubah menjadi area tanam yang mendukung ketersediaan pangan lokal dan menambah sumber penghasilan warga.
Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya warga yang terlibat aktif dan berdiskusi sepanjang kegiatan. Partisipasi ini menunjukkan bahwa pelatihan pertanian modern seperti yang dilakukan Satgas Yonif 711/Raksatama mendapat respons positif dan berpotensi memberi dampak nyata bagi ketahanan pangan di Deiyai.






