Warga Sumedang mendapat pilihan belanja kebutuhan Ramadan dengan harga terjangkau melalui kegiatan bazar yang digelar di Pusat Oleh-Oleh Bojong Jatimulya. Acara ini dibuka pada Senin, 23 Februari 2026, dan direncanakan berlangsung hingga 15 Maret 2026.
Kegiatan tersebut digagas Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (DiskopUKMPP) bersama pelaku UMKM. Konsepnya tidak hanya menghadirkan lapak jual-beli, tetapi juga menggabungkan layanan publik yang dibutuhkan warga selama bulan puasa.
Produk yang tersedia cukup beragam. Selain sembako, pengunjung dapat menemukan jajanan takjil, aneka makanan ringan, serta berbagai kebutuhan harian. Beberapa stan juga menyediakan layanan kesehatan dan kependudukan, sehingga warga bisa mengurus keperluan sambil berbelanja.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menilai bazar ini membantu masyarakat mengelola kebutuhan selama Ramadan. Menurutnya, ketersediaan barang dengan harga yang lebih ramah akan mengurangi beban belanja rumah tangga, terutama saat permintaan naik menjelang waktu berbuka dan sahur.
“Bazar Ramadan menjadi tempat bagi warga untuk berbelanja dengan harga terjangkau dalam memenuhi kebutuhan di bulan puasa,” kata Dony saat meninjau kegiatan tersebut.
Bupati juga mendorong DiskopUKMPP agar promosi bazar dilakukan lebih masif. Ia berharap informasi lokasi, jadwal, dan jenis layanan bisa menjangkau lebih banyak warga, sehingga manfaat kegiatan terasa luas dan tidak hanya dinikmati pengunjung yang kebetulan lewat.
Dari sisi pengunjung, bazar ini dianggap praktis karena menyediakan kebutuhan pokok dalam satu area. Dewi, salah satu warga yang datang, mengaku terbantu karena barangnya lengkap dan harganya relatif lebih murah dibandingkan tempat lain.
“Kebutuhan sembakonya lengkap dari mulai gula, minyak, beras, sayuran dan lainnya. Harganya cukup murah, kepada yang lainnya mari berbelanja di sini sambil ngabuburit,” ujarnya.
Dengan durasi pelaksanaan hingga pertengahan Maret, bazar ini diharapkan menjadi ruang perputaran ekonomi bagi UMKM sekaligus solusi belanja hemat bagi warga. Selain itu, kombinasi antara kebutuhan pangan dan layanan publik memberi nilai tambah yang membuat bazar lebih relevan untuk aktivitas Ramadan.






