Liga 1 Bhimasena yang digelar di Stadion Moh. Sarengat, Kabupaten Batang, menuai apresiasi karena dinilai memberi dampak ganda: memajukan kompetisi sepak bola lokal sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat. Turnamen berjalan lancar hingga partai final dan disebut berlangsung aman dari awal sampai penutupan.
General Manager Stakeholder Relation PT Bhimasena Power Indonesia (BPI), Aryamir H. Sulasmoro, menyampaikan bahwa pertandingan berjalan tertib dan para pemain tampil penuh motivasi. Ia menilai semangat kompetitif para peserta terlihat konsisten sepanjang liga.
Selain fokus pada pertandingan, penyelenggaraan juga melibatkan UMKM binaan untuk mendukung kebutuhan penonton. Kehadiran pelaku usaha lokal di area kegiatan diharapkan bisa memperluas pemasaran produk sekaligus memperkenalkan brand UMKM kepada khalayak yang lebih luas.
BPI menyebut peluang keberlanjutan liga pada tahun berikutnya masih akan dibahas secara internal. Namun, opsi untuk melanjutkan kompetisi tetap terbuka apabila situasi dan kondisi memungkinkan.
Dari sisi pembinaan olahraga daerah, Ketua KONI Batang, Teguh Supriyanto, mengapresiasi dukungan BPI. Ia menilai turnamen seperti ini penting untuk meningkatkan prestasi olahraga, termasuk sebagai bagian dari penguatan pembinaan untuk Persibat Batang.
Teguh juga berharap kompetisi tidak berhenti di satu jenjang. Menurutnya, jika ada kelanjutan hingga level di bawahnya, pembinaan atlet akan lebih kuat dan jalur regenerasi pemain menjadi lebih jelas.
Pemerintah daerah memandang sinergi dunia usaha, organisasi olahraga, dan masyarakat sebagai modal penting membangun ekosistem olahraga yang sehat, kompetitif, dan berkelanjutan. Liga 1 Bhimasena pun menjadi contoh bagaimana event olahraga dapat dirancang untuk manfaat yang lebih luas.






