Program Lumbung Pangan BAZNAS di Desa Kampung Melayu Barat, Kecamatan Teluknaga, menghadirkan momen panen perdana yang penuh makna pada Sabtu (14/2/2026). Para petani binaan berkumpul dengan wajah sumringah saat memanen terong ungu dari lahan yang sebelumnya kosong.
Erwin, salah satu petani binaan, mengaku tak menyangka lahan tersebut bisa menghasilkan seperti sekarang. Ia menyebut bantuan bibit, pelatihan, dan pendampingan intensif membuat mereka lebih percaya diri, bukan hanya untuk menanam tetapi juga merawat agar kualitas panen terjaga.
Dalam panen perdana ini, total 120 kilogram terong berhasil dipetik. Dengan harga rata-rata Rp5.000 per kilogram, nilai panen mencapai Rp600.000. Angka ini menjadi simbol awal kemandirian, karena hasil panen tidak hanya membantu kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga diproyeksikan dipasarkan ke pasar lokal melalui skema offtaker.
Program ini menekankan pemberdayaan berkelanjutan. Pendampingan konsisten diberikan untuk memastikan para mustahik mampu mengelola lahan, menjaga kualitas, dan membangun pola kerja komunitas yang solid. Transformasi terlihat jelas: dari penerima bantuan menuju petani mandiri yang bangga dengan hasil kerja sendiri.
Momentum panen terasa semakin istimewa karena berdekatan dengan menyambut Ramadan. Bagi para petani, hasil bumi ini bukan sekadar rupiah, melainkan wujud syukur, harapan, dan keyakinan untuk terus berkembang menuju penghidupan yang berkelanjutan.






