RAGAMNETWORK.COM – Kelurahan Cipayung, Kota Depok, meluncurkan sebuah program inovatif berbasis komunitas untuk menangani kasus stunting. Program ini diberi nama Jumat Sedekah Telur untuk Stunting atau disingkat JuS TeruS, dengan tujuan utama menekan angka stunting melalui pemenuhan gizi tambahan bagi balita.
Peluncuran program ini secara resmi dilaksanakan di Kantor Kelurahan Cipayung pada Jumat (07/11/25). Lurah Cipayung, Husni Mubarok, menjelaskan bahwa JuS TeruS merupakan pengembangan kreatif dari kegiatan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di kelurahan.
Husni mengatakan, program ini menunjukkan bahwa penanganan masalah sosial tidak selalu harus bergantung pada anggaran pemerintah. Bantuan gizi untuk balita didapatkan dari sumber-sumber non-pemerintah, yaitu dari sedekah telur maupun uang tunai yang dikumpulkan dari masyarakat, pegawai kelurahan, puskesmas, serta dukungan Corporate Social Responsibility (CSR).
“Program ini lahir dari kepedulian bersama terhadap stunting di wilayah. Kegiatan seperti ini tidak selalu harus mengandalkan anggaran pemerintah, namun bisa bersumber dari partisipasi masyarakat,” ujar Husni usai peluncuran JuS TeruS.
Saat ini, tercatat ada 29 balita yang teridentifikasi stunting di Kelurahan Cipayung. Setiap balita penerima akan mendapatkan tujuh butir telur per minggu. Husni menjelaskan cara pemberiannya, “Satu anak mendapat satu butir telur per hari, direbus. Kami berharap ini menjadi stimulus bagi orang tua untuk sadar bahwa telur bergizi dan mudah didapat, sehingga dapat dilanjutkan secara mandiri,” tambahnya.
Pemberian telur akan terus dilakukan hingga balita tersebut dinyatakan membaik oleh Kelompok Kerja (Pokja) PKK Kesehatan. Jika seorang anak sudah tidak terindikasi stunting, bantuan akan segera dialihkan kepada anak lain yang membutuhkan. “Dengan inovasi JuS TeruS, kami berharap dapat menumbuhkan kesadaran dan kepedulian sosial di tengah masyarakat,” pungkas Husni.






