RAGAMNETWORK.COM – Pemerintah Kota Sukabumi menunjukkan respons cepat terhadap kerusakan infrastruktur akibat bencana alam. Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, meresmikan Jembatan Kopeng pada 6 November 2025. Jembatan ini berfungsi vital menghubungkan wilayah RW 5 dan RW 6 Kelurahan Karamat, Kecamatan Gunung Puyuh.
Sebelumnya, Jembatan Kopeng yang memiliki panjang 8 meter tersebut mengalami kerusakan parah setelah diterjang longsor, yang dipicu oleh cuaca ekstrem di wilayah tersebut.
Wali Kota Ayep Zaki, dalam sambutannya saat peresmian, menjelaskan bahwa pembangunan jembatan yang menelan biaya sekitar Rp1 miliar ini merupakan upaya responsif pemerintah dalam penanggulangan bencana. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk aktif menjaga dan memanfaatkan jembatan ini dengan sebaik-baiknya.
“Reaksi cepat penanggulangan bencana. Kita akan senantiasa bekerja cepat,” ucapnya, menegaskan komitmen kecepatan Pemkot dalam bertindak.
Pada kesempatan yang sama, Pemkot juga memberikan santunan sebesar Rp30 juta kepada 30 warga yang terdampak langsung oleh bencana longsor.
Saat diwawancarai usai peresmian, Wali Kota mengutarakan bahwa proyek Jembatan Kopeng hanyalah bagian dari serangkaian proyek infrastruktur yang dikerjakan Pemkot tahun ini. Proyek lain mencakup pembangunan Gedung Dekranasda dan Tugu Batas Kota. Secara keseluruhan, seluruh proyek infrastruktur tersebut memakan biaya sekitar Rp10 miliar.
“Anggarannya dari Pendapatan Asli Daerah. Ini akan coba kita tingkatkan (anggarannya) di tahun depan minimal Rp20 miliar, atau lebih dari itu,” jelasnya, menunjukkan rencana ambisius peningkatan anggaran pembangunan. Ia menambahkan bahwa pihaknya akan berupaya keras menggandeng Pemerintah Pusat dan Provinsi untuk turut membiayai kebutuhan infrastruktur di Kota Sukabumi.






