Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI berkolaborasi dengan PT Artajasa Pembayaran Elektronis menggelar BAZMALA 2026 atau Bazar Amal Artajasa. Kegiatan ini ditujukan untuk membantu masyarakat prasejahtera di Kampung Pemulung, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, melalui rangkaian layanan yang menggabungkan aspek sosial, ekonomi, kesehatan, hingga edukasi.
BAZMALA 2026 mengusung tema “Dari Kepedulian Tumbuh Keberkahan” dan menyasar kelompok yang dinilai paling rentan, seperti lansia, yatim, dan dhuafa. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, menyampaikan bahwa program ini dirancang untuk membuka akses yang lebih adil bagi keluarga prasejahtera agar dapat mencukupi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Dalam pandangannya, bazar seperti ini tidak sekadar transaksi, melainkan bentuk dukungan nyata agar kebutuhan harian bisa dipenuhi tanpa menambah beban.
Dalam pelaksanaannya, BAZMALA menghadirkan beberapa agenda sekaligus. Ada penjualan paket sembako murah, pemeriksaan kesehatan gratis, serta “Babemu” atau bazar barang bekas murah berupa pakaian dan barang layak pakai yang berasal dari pegawai Artajasa. Selain itu, program ini juga memuat dukungan untuk perbaikan atau pengadaan infrastruktur tertentu, menghadirkan Kidz Corner untuk kegiatan edukasi anak, serta kajian tematik keagamaan. Menurut Saidah, rangkaian tersebut diarahkan untuk mendorong penguatan aktivitas sosial warga, memakmurkan masjid, dan menumbuhkan minat masyarakat dalam menuntut ilmu agama.
Kampung Pemulung Pondok Aren dipilih sebagai lokasi kegiatan karena dinilai sebagai permukiman informal, dengan mayoritas warga bekerja sebagai pencari barang bekas. Penghasilan mereka disebut berada di bawah standar kelayakan dan kerap tidak menentu. Saidah menilai kondisi tersebut kontras dengan laju pembangunan di Kota Tangerang Selatan. Ia juga menyoroti fakta bahwa banyak lansia di kawasan itu masih harus bekerja sebagai pemulung demi menopang ekonomi keluarga, sehingga dukungan yang sifatnya langsung dan tepat sasaran menjadi penting agar ketimpangan tidak semakin tajam.
BAZNAS RI menyatakan membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan berbagai pihak, termasuk relawan dan sponsor, agar kegiatan serupa dapat digelar lebih luas dan berkelanjutan. Di sisi perusahaan, Direktur Bisnis Artajasa, Heru Perwito, menegaskan BAZMALA merupakan bentuk komitmen tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang terintegrasi dengan Program Rohani Islam (Rohis) Artajasa. Ia juga mengapresiasi kerja sama dengan BAZNAS yang dianggap sebagai mitra strategis untuk menyalurkan kepedulian pegawai dan manajemen agar tepat sasaran.
Heru berharap program ini membantu keluarga prasejahtera memenuhi kebutuhan dasar, terutama sandang, pangan, dan papan, serta mendorong lahirnya lebih banyak program kolaboratif yang memberi dampak langsung. Melalui model bazar dan layanan sosial terpadu, kegiatan semacam ini diharapkan mampu menghadirkan manfaat yang terasa sekaligus memperkuat jejaring kepedulian antara lembaga zakat dan sektor swasta.






