Bupati Kendal, Hj. Dyah Kartika Permanasari, menyampaikan apresiasi kepada Primer Koperasi Produsen Tempe dan Tahu Indonesia (Primkopti) Harum Kendal yang selama ini dinilai membantu menjaga ketersediaan kedelai bagi pelaku UMKM produsen tempe dan tahu. Apresiasi itu disampaikan saat menghadiri Rapat Anggota Tahunan (RAT) Primkopti Harum di Gedung MWCNU Kecamatan Weleri, Sabtu (7/2/2026).
Di hadapan pengurus dan anggota, bupati menilai peran koperasi penting karena berkaitan langsung dengan kebutuhan bahan baku yang sensitif terhadap harga dan pasokan. Ia juga mendorong Primkopti terus melakukan terobosan pelayanan, memperkuat kepatuhan pada aturan dasar serta rumah tangga koperasi, dan memperluas manfaat untuk masyarakat.
Ketua Primkopti Harum Kendal, Rifai, menjelaskan RAT menjadi ajang evaluasi tahunan untuk memotret kondisi koperasi, baik capaian maupun kendala yang dihadapi. Saat ini koperasi mengelola aset sekitar Rp18 miliar dengan anggota aktif sekitar 221 pelaku UMKM. Untuk tahun berjalan 2025, Hasil Sisa Usaha (HSU) disebut berada di kisaran Rp250 juta.
Namun Rifai mengakui ada penurunan penjualan sekitar 20 persen dibanding tahun sebelumnya. Jika sebelumnya penyerapan kedelai rata-rata 600 ton per bulan, kini berkisar 500 ton per bulan. Ia berharap pemerintah memperkuat tata niaga kedelai agar lebih terkendali dan turut memprioritaskan komoditas kedelai dalam kebijakan pangan, bukan hanya beras.
Rifai juga menyampaikan harapan jangka panjang agar Primkopti Kendal bisa ikut mendorong ekspor tempe. Ia menyinggung studi banding ke perusahaan swasta di Bogor yang telah menembus pasar luar negeri. Dari sisi kelembagaan, Puskopti Jawa Tengah turut mengapresiasi serapan kedelai Primkopti Harum dan mendorong peran pemerintah lebih aktif dalam pengendalian tata niaga, termasuk penguatan produksi kedelai lokal agar ketergantungan impor berkurang.






