Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jabar mengambil langkah strategis dalam memfasilitasi komunikasi di lokasi bencana longsor Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Guna mengatasi hambatan sinyal di medan bencana, Diskominfo telah memasang dua unit perangkat internet satelit di Desa Pasirlangu. Fasilitas ini menjamin kelancaran koordinasi antarpetugas serta mengoptimalkan pengolahan data evakuasi secara real-time.
Selain penyediaan jaringan internet stabil, Diskominfo Jabar juga menerjunkan tim pemetaan udara menggunakan drone. Hasil tangkapan gambar udara tersebut nantinya akan dikonversi menjadi data spasial yang akurat bagi Pemerintah Provinsi dalam merumuskan kebijakan penanganan pascabencana maupun mitigasi risiko jangka panjang. Sebuah pusat informasi resmi pun telah didirikan di Kantor Desa Pasirlangu guna mengonfirmasi data dan menangkal persebaran informasi tidak benar (hoax) terkait bencana ini.
Aspek kesehatan mental para penyintas juga menjadi prioritas. Dinas Sosial Jawa Barat melalui Tim Layanan Dukungan Psikososial (LDP) telah melakukan pemeriksaan terhadap 105 pengungsi di Aula dan GOR Desa Pasirlangu. Menggunakan instrumen Self Reporting Questionnaire 20 (SRQ-20), tim ahli berupaya mengidentifikasi tingkat stres dan kecemasan mulai dari kelompok usia remaja hingga lansia. Langkah ini dibarengi dengan pemantauan kesehatan fisik secara rutin oleh Dinas Kesehatan Jabar, Kementerian Kesehatan, dan jajaran relawan medis.
Hingga memasuki hari ketiga operasi pencarian, tim SAR gabungan melaporkan perkembangan evakuasi korban. Pada Senin (26/1/2026), tim kembali menyerahkan sembilan kantong jenazah kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jabar untuk proses identifikasi. Secara akumulatif, sejak dimulainya operasi pada hari Sabtu lalu, total kantong jenazah yang telah dievakuasi mencapai 34 kantong, dengan 17 korban di antaranya telah berhasil teridentifikasi secara medis.
Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian, menegaskan bahwa operasi pencarian di Desa Pasirlangu akan terus berlangsung selama 14 hari sesuai dengan masa tanggap darurat bencana yang telah ditetapkan. Sinergi antara pemanfaatan teknologi komunikasi, dukungan psikologis, dan kerja keras tim evakuasi di lapangan diharapkan dapat memberikan kepastian bagi keluarga korban serta mempercepat pemulihan kondisi sosial di wilayah terdampak.






