Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, mengambil langkah konkret dalam memperkuat ekosistem ekonomi lokal dengan mendorong seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memprioritaskan penggunaan produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) asli Sumedang.
Kebijakan ini secara resmi tertuang dalam Surat Imbauan Nomor 7 Tahun 2026 tentang Pemberdayaan dan Penggunaan Produk UMKM yang ditetapkan pada 14 Januari 2026. Instruksi tersebut ditujukan kepada seluruh jajaran pemerintahan, mulai dari kepala perangkat daerah, camat, lurah, hingga kepala desa di seluruh wilayah Kabupaten Sumedang.
Bupati Dony menegaskan bahwa pemerintah daerah harus menjadi teladan (role model) dalam keberpihakan terhadap pelaku usaha lokal. Menurutnya, setiap anggaran kegiatan pemerintahan harus memberikan dampak ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Pemerintah harus menjadi contoh. Setiap kegiatan pemerintahan harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat, salah satunya dengan menggunakan produk UMKM lokal,” ujar Bupati Dony pada Senin (19/1/2026).
Cakupan Penggunaan Produk UMKM
Instruksi ini mencakup berbagai aspek aktivitas rutin pemerintahan, tidak hanya terbatas pada pengadaan barang berskala kecil. Area yang didorong untuk menggunakan produk lokal meliputi:
-
Konsumsi: Makanan dan minuman dalam rapat, sosialisasi, dan pelatihan.
-
Perlengkapan: Alat tulis atau kebutuhan logistik kegiatan.
-
Cinderamata: Penggunaan produk kerajinan khas Sumedang sebagai kenang-kenangan.
-
Akomodasi & Perjalanan: Memanfaatkan jasa dan produk pendukung lokal.
Bupati menambahkan, selama produk lokal mampu memenuhi standar kualitas, harga yang kompetitif, dan ketersediaan stok, maka tidak ada alasan bagi perangkat daerah untuk beralih ke produk luar. Dengan mengarahkan belanja pemerintah ke UMKM, diharapkan terjadi perputaran uang yang signifikan di daerah guna memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.
Melalui kebijakan ini, Pemerintah Kabupaten Sumedang berharap para pelaku UMKM termotivasi untuk terus meningkatkan kualitas produk mereka agar mampu “naik kelas” dan bersaing di pasar nasional maupun internasional.
“UMKM kuat, ekonomi daerah akan semakin kokoh. Ini adalah bagian dari ikhtiar bersama membangun Sumedang dari bawah,” pungkasnya.






