Wakil Presiden UNESCO Global Geopark Tinjau Api Abadi Bojonegoro

Avatar photo

- Penulis Berita

Minggu, 18 Januari 2026 - 21:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Presiden UNESCO Global Geopark Tinjau Api Abadi Bojonegoro

Wakil Presiden UNESCO Global Geopark Tinjau Api Abadi Bojonegoro

Upaya Kabupaten Bojonegoro untuk membawa kekayaan geologinya ke kancah internasional mendapatkan momentum penting. Vice President of UNESCO Global Geopark (UGGp), Prof. Ibrahim Komo, melakukan kunjungan resmi ke objek wisata geologi Kayangan Api pada Sabtu (17/1/2026) malam. Kunjungan pakar geologi asal Malaysia ini bertujuan untuk meninjau kelayakan Geopark Bojonegoro dalam persiapannya menuju pengakuan UNESCO.

Dalam kunjungannya, Prof. Ibrahim Komo didampingi oleh jajaran Bappeda dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, serta tim teknis dari Kabupaten Bojonegoro. Kehadiran tim UGGp di malam hari memberikan pengalaman visual maksimal terhadap fenomena api abadi yang keluar dari perut bumi tersebut. Prof. Ibrahim secara mendalam mengamati fakta geologi serta kestabilan aliran gas alam yang menjadi sumber api Kayangan Api.

Menanggapi kekhawatiran mengenai cadangan gas alam yang dapat habis sewaktu-waktu, Prof. Ibrahim memberikan pandangan positif yang menguatkan optimisme pengelola Geopark.

“Fakta bahwa gas dapat habis tidak menjadi hambatan menuju UNESCO. Dalam menilai warisan geologi, yang terpenting adalah kepentingan bagi bangsa serta nilai evolusi geologi yang memiliki urgensi secara internasional,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pertamina Green Action 2025, Bupati Bojonegoro Pimpin Penghijauan di Hulu Gunung Pandan

General Manager Geopark Bojonegoro, Kusnandaka Tjatur Prasetijo, memaparkan bahwa perjalanan Geopark ini telah dimulai sejak 2017. Ia menekankan bahwa Geopark Bojonegoro memiliki keunikan yang tidak dimiliki oleh geopark nasional lainnya di Indonesia, yaitu karakteristiknya yang berbasis Minyak dan Gas Bumi (Migas).

Meskipun tantangan ketersediaan sumber daya migas menjadi perhatian, kunjungan ini diharapkan memberikan evaluasi dan penguatan strategis bagi persiapan verifikasi UNESCO. Pertemuan tersebut diakhiri dengan tradisi lokal makan tumpeng bersama yang diiringi alunan musik gamelan Jawa, simbol harmonisasi antara sains geologi dan kearifan budaya lokal.

Berita Terkait

BAZNAS Bangun Kelas Darurat untuk Jaga Semangat Belajar Anak Gaza
Prada Nawawi Harumkan Indonesia Juara Hifdzil Quran 30 Juz Libya
Prabowo dan Kabinet Tunaikan Zakat Istana melalui BAZNAS RI
Prabowo Resmikan 218 Jembatan Nasional, TNI Dampingi dari Hambalang Bogor
Panglima TNI Soroti Ancaman Siber Saat HUT Ke-65 Kostrad
Prabowo Menangis Saat Apresiasi BAZNAS Salurkan Bantuan Kemanusiaan Palestina
Panglima TNI Pimpin Prosesi Penyerahan Jenazah dan Pemakaman Try Sutrisno
BAZNAS Salurkan 2.400 Pakaian Baru untuk Pengungsi Gaza Saat Ramadan

Berita Terkait

Kamis, 26 Maret 2026 - 18:44 WIB

BAZNAS Bangun Kelas Darurat untuk Jaga Semangat Belajar Anak Gaza

Senin, 16 Maret 2026 - 11:14 WIB

Prada Nawawi Harumkan Indonesia Juara Hifdzil Quran 30 Juz Libya

Sabtu, 14 Maret 2026 - 10:22 WIB

Prabowo dan Kabinet Tunaikan Zakat Istana melalui BAZNAS RI

Selasa, 10 Maret 2026 - 21:15 WIB

Prabowo Resmikan 218 Jembatan Nasional, TNI Dampingi dari Hambalang Bogor

Minggu, 8 Maret 2026 - 10:18 WIB

Panglima TNI Soroti Ancaman Siber Saat HUT Ke-65 Kostrad

Berita Terbaru