RAGAMNETWORK.COM – Dunia pendidikan nasional mulai memasuki era baru dengan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) secara serentak. SMK Bintara Batang menjadi salah satu sekolah yang mengawali fase ini, menggelar TKA gelombang pertama pada 3-4 November 2025. Pengujian kemampuan akademik ini merupakan pengalaman perdana bagi siswa sekolah tersebut, yang kini harus beradaptasi dengan instrumen penilaian baru.
Kartika, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum sekaligus Ketua Panitia TKA SMK Bintara Batang, menjelaskan bahwa pelaksanaan TKA di sekolahnya dibagi menjadi tiga sesi setiap harinya. Ia merinci jumlah peserta yang mengikuti tes tersebut.
“Sesi pertama diikuti oleh 14 siswa, sesi kedua juga 14 siswa, dan sesi ketiga hanya 13 siswa,” katanya saat ditemui di Kantor SMK Bintara Batang, Kabupaten Batang, Senin (3/11/2025). Kartika menambahkan bahwa kegiatan dimulai sejak pukul 07.30 WIB dan berakhir pukul 16.00 WIB, menyesuaikan dengan jadwal sesi terakhir, dan mengakui adanya potensi kendala teknis. “Pelaksanaan dapat diundur apabila terjadi kendala teknis pada server pusat,” jelasnya.
Pada hari pertama, siswa diuji kemampuan pada mata pelajaran wajib: Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. Sementara itu, hari kedua difokuskan pada mata pelajaran pilihan, yaitu PKK (Pendidikan Kewarganegaraan dan Kewirausahaan) serta Pancasila, dua mata pelajaran yang baru difinalkan beberapa bulan sebelum tes dilaksanakan. Kartika mengakui bahwa persiapan internal sekolah belum sepenuhnya optimal.
“Ini adalah uji coba pertama tahun ini, jadi wajar kalau masih ada beberapa penyesuaian,” tuturnya. Ia menegaskan perbedaan mendasar antara TKA dengan format sebelumnya, Ujian Nasional (UN). TKA tidak lagi berfungsi sebagai penentu kelulusan siswa, melainkan memiliki peran sebagai syarat pendukung. TKA menjadi vital saat siswa ingin melanjutkan ke universitas atau melamar pekerjaan.
Hasil TKA ini, menurut Kartika, memiliki fungsi ganda yang strategis. Hasilnya dapat digunakan sebagai validator nilai rapor untuk Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), menjadi pertimbangan penting saat masuk PTN/PTS jalur mandiri, hingga berfungsi sebagai dokumen pendukung dalam rekrutmen kerja. Meski suasana ujian di SMK Bintara berlangsung tertib dan lancar, kegugupan terasa di kalangan peserta. “Anak-anak masih deg-degan karena belum tahu pasti bentuk soalnya seperti apa,” ungkapnya.
Di sisi lain, Kepala Disdikbud Batang, Bambang Suryantoro Soedibyo, menjelaskan bahwa saat ini pelaksanaan TKA secara nasional masih difokuskan untuk jenjang SMA/SMK. Pelaksanaan untuk jenjang SMP baru direncanakan dimulai tahun depan, sekitar bulan Maret hingga April. Oleh karena itu, Disdikbud Batang kini masih dalam tahap persiapan teknis untuk jenjang SMP.
Pihaknya mendukung penuh pelaksanaan TKA sebagai instrumen penilaian yang lebih terukur bagi peserta didik. “Kalau TKA, saya sangat setuju untuk mendukung, karena dengan ini anak-anak kita bisa lebih terukur,” tegasnya. Bambang meyakini TKA sangat bagus untuk jenjang pendidikan lebih lanjut, “sehingga mereka semakin terarah,” imbuhnya.
Ia juga menegaskan bahwa TKA tidak menggantikan UN yang sebelumnya menjadi tolak ukur kelulusan, melainkan menjadi instrumen pengukuran kemampuan akademik siswa dengan pendekatan berbeda. “Secara teknis tetap TKA, bukan menggantikan UN, tapi dengan beberapa hal yang berbeda. Yang jelas, dengan TKA ini anak-anak kita lebih terukur untuk kelulusannya,” terangnya. Disdikbud Batang tengah mempersiapkan berbagai aspek teknis dan koordinasi dengan sekolah-sekolah SMP, sembari menunggu arahan lebih rinci dari pusat. Ia berharap TKA dapat membantu sekolah melakukan pemetaan kemampuan siswa secara lebih objektif dan mendorong peningkatan mutu pembelajaran di daerah.






