Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang menegaskan komitmennya dalam melestarikan dan mengembangkan seni pencak silat yang telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) dunia. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pembangunan Gedung Pusat Pencak Silat Jawa Barat di kawasan Kiara Payung, yang diharapkan menjadi pusat pembinaan, penguatan prestasi, sekaligus pemersatu insan pencak silat.
Pencak silat tidak hanya dipandang sebagai cabang olahraga bela diri, tetapi juga sebagai warisan budaya yang sarat nilai filosofi dan pembentukan karakter generasi muda. Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila, menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga keberlanjutan pencak silat di tengah perkembangan zaman.
“Kami berkewajiban menjaga dan mengembangkan pencak silat sebagai warisan dunia agar tetap hidup dan membumi di masyarakat,” ujar Wabup Fajar saat menghadiri silaturahmi perguruan pencak silat di Asia Plaza Sumedang, Sabtu (3/1/2026).
Menurutnya, pelestarian pencak silat harus berlandaskan nilai-nilai luhur, seperti empati, keberanian membela kebenaran, serta kepedulian melindungi kelompok yang lemah. Ia menekankan bahwa pencak silat bukan ajang pamer kekuatan, melainkan sarana membangun karakter yang berakar pada filosofi Sunda, yakni silih asah, silih asih, dan silih asuh.
“Silat harus mengedepankan empati. Seorang pesilat harus menjadi pelindung, bukan sekadar ingin terlihat paling kuat,” tegasnya.
Wabup juga mengajak seluruh perguruan pencak silat di Kabupaten Sumedang untuk bersatu menjadikan pencak silat sebagai media pembinaan karakter generasi muda. Menurutnya, kekuatan seharusnya digunakan untuk saling melengkapi dan bekerja sama demi tujuan bersama, yakni menjaga warisan budaya serta mengharumkan nama daerah.
Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI) Provinsi Jawa Barat, Dadang Hermansyah, menyampaikan bahwa kegiatan silaturahmi antarperguruan bertujuan memperkuat sinergi dan kebersamaan di kalangan insan pencak silat Sumedang.
“PPSI berkomitmen mencetak atlet-atlet pencak silat berprestasi. Upaya ini harus didukung secara kolektif agar prestasi pencak silat terus berkembang hingga ke level internasional,” ujarnya.
Ia menambahkan, kolaborasi antarperguruan menjadi faktor penting, tidak hanya dalam pembinaan atlet, tetapi juga dalam menjaga nilai-nilai luhur pencak silat sebagai seni budaya bangsa yang telah mendapat pengakuan dunia. [*]






