Pemerintah Kabupaten Sumedang terus berupaya menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui Gerakan Pangan Murah sekaligus rencana pembenahan Pasar Rakyat Inpres Sumedang agar aktivitas jual beli semakin nyaman.
Sejak Rabu pagi (24/12), halaman Gedung Negara Sumedang dipadati warga yang antusias memanfaatkan Gerakan Pangan Murah. Berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, dan komoditas pangan lainnya dijual dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasar, sehingga meringankan beban masyarakat di tengah meningkatnya kebutuhan akhir tahun.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir bersama Wakil Bupati Fajar Aldila turun langsung memantau pelaksanaan kegiatan tersebut. Keduanya memastikan harga bahan pokok tetap terkendali, pasokan aman, serta daya beli masyarakat tetap terjaga selama momentum Natal dan Tahun Baru.
Selain pengendalian harga pangan, Pemkab Sumedang juga menaruh perhatian serius terhadap fasilitas publik yang berperan sebagai penggerak ekonomi daerah. Hal ini ditunjukkan melalui peninjauan langsung Bupati Dony ke Pasar Rakyat Inpres Sumedang di Cipadung, Kelurahan Kotakaler.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati meninjau sejumlah titik penting di area pasar, mulai dari kondisi jalan lorong, sistem drainase, hingga atap kios yang dilaporkan mengalami kerusakan. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kenyamanan pedagang dan pembeli, mengingat Pasar Inpres merupakan salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat Sumedang.
“Penataannya sudah kami rencanakan. Jalan akan diperbaiki dan ditata agar nyaman untuk pedagang dan pembeli. Gedung juga akan ditata kembali karena masih ada atap bocor, awning rusak, dan tembok yang perlu dibenahi,” ujar Dony.
Ia menegaskan, pembenahan Pasar Inpres menjadi prioritas pemerintah daerah agar pasar lebih aman, bersih, dan tertata dengan baik. Dengan lingkungan pasar yang nyaman, diharapkan minat masyarakat untuk berbelanja semakin meningkat dan perputaran ekonomi lokal terus bergerak.
“Target kami, tahun depan Pasar Inpres tidak becek lagi. Pemerintah daerah memiliki kewajiban untuk memastikan pasar rakyat menjadi tempat yang layak dan nyaman bagi semua,” pungkasnya.






