Pemerintah kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun ekonomi pesisir dengan menghadirkan program Koperasi Merah Putih (KMP) modern di kawasan nelayan Desa Tukak, Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung. Langkah ini menjadi angin segar bagi para pelaku usaha perikanan, khususnya nelayan yang selama ini mencari dukungan berkelanjutan untuk produksi hingga pemasaran hasil laut.
Kerja sama tersebut resmi ditegaskan melalui penandatanganan yang dilakukan oleh Menteri Koperasi Ferry Juliantono bersama Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan, sebagai bentuk sinergi lintas kementerian untuk memperkokoh pembangunan koperasi berbasis desa. Dalam momentum tersebut, Ferry menegaskan bahwa kolaborasi antara Kemenkop, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Pertamina Patra Niaga akan membawa integrasi total pada program Kampung Nelayan dan Kopdes Merah Putih—khususnya di sektor pengelolaan, distribusi, dan pemasaran produk perikanan.
Tidak hanya menargetkan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir, kehadiran KMP modern juga menonjolkan konsep rantai nilai yang berkelanjutan. Artinya, mulai dari proses produksi, pengelolaan hasil laut, hingga penyaluran ke pasar, akan ditata secara sistematis agar tidak hanya memberikan keuntungan bagi pelaku usaha lokal, tetapi juga menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih adil dan terstruktur.
Program ini juga sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya peran negara dalam mengatur sistem ekonomi nasional. Menurut Ferry, pendekatan koperasi membuktikan bahwa negara tidak sekadar menjadi pengamat, tetapi hadir sebagai pengendali agar sistem pasar tidak berpihak pada segelintir pihak saja.
Presiden Prabowo, melalui kebijakan KMP, berupaya menggagas pemerataan ekonomi hingga ke wilayah pelosok sebagai langkah menghadapi praktik mekanisme pasar bebas yang dinilai selama ini menimbulkan ketimpangan. Hingga saat ini, tercatat sudah terbentuk 80.000 Koperasi Merah Putih sebagai wujud konkret pembangunan ekonomi desa berbasis kerakyatan.
Kehadiran koperasi modern di Bangka Selatan diharapkan menjadi role model bagi wilayah pesisir lainnya di Indonesia. Dengan manajemen terpadu, dukungan energi melalui Pertamina, serta sistem pemasaran terintegrasi, wilayah nelayan seperti Desa Tukak dapat menjadi sentra ekonomi baru yang mampu menopang pembangunan daerah sekaligus nasional.






