Program Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG) yang dijalankan Pemerintah Kota Depok dinilai mampu memperkuat peran sekolah swasta dalam sistem pendidikan daerah. Program ini tidak hanya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat, tetapi juga meningkatkan daya saing sekolah swasta agar lebih setara dengan sekolah negeri.
Koordinator Yayasan SMP Pelita 2, Norman Hafidz Novian Thoriq, menyampaikan bahwa kehadiran RSSG memberikan ruang bagi sekolah swasta untuk berkontribusi lebih besar dalam penyediaan layanan pendidikan yang layak bagi warga Depok.
Menurutnya, RSSG menjadi solusi strategis untuk membantu sekolah swasta memperoleh peserta didik sekaligus menjaga keberlangsungan mutu pendidikan. Dengan dukungan pemerintah, sekolah swasta dapat lebih optimal dalam menjalankan proses belajar mengajar.
“Program ini memberi kesempatan bagi sekolah swasta untuk ikut mengambil peran dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Depok, sekaligus memperluas akses bagi masyarakat,” ujarnya, Rabu (17/12/2025).
Norman menjelaskan, selama kurang lebih enam bulan pelaksanaan, program RSSG berjalan relatif lancar. Dukungan dari pemerintah daerah dinilai cukup matang sehingga pelaksanaannya tidak menemui kendala berarti di lapangan.
SMP Pelita 2 sendiri menjadi salah satu sekolah yang terpilih mengikuti program RSSG setelah melalui proses seleksi. Dari pengajuan tujuh rombongan belajar, saat ini dua rombongan telah terisi dengan jumlah sekitar 50 siswa.
Ia menegaskan bahwa tidak ada perbedaan perlakuan antara siswa reguler dan siswa peserta RSSG. Seluruh peserta didik mendapatkan hak dan layanan pendidikan yang sama sesuai standar sekolah.
“Dalam proses pembelajaran tidak ada pembedaan. Semua siswa memiliki tujuan yang sama, yaitu mendapatkan pendidikan yang berkualitas,” jelasnya.
Ke depan, pihak sekolah berharap program RSSG dapat terus dilanjutkan dan diperkuat, terutama dalam aspek peningkatan kualitas tenaga pendidik. Dengan dukungan tersebut, sekolah swasta peserta RSSG diharapkan semakin sejajar dengan sekolah negeri dalam memberikan layanan pendidikan.
“Penguatan kualitas guru menjadi harapan utama agar manfaat program ini bisa dirasakan secara berkelanjutan,” pungkasnya.






