Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengerahkan sebanyak 10.999 personel untuk menangani bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatra, khususnya Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Ribuan personel tersebut disebar guna mempercepat penanganan darurat dan pemulihan pascabencana.
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa pengerahan personel dilakukan secara terkoordinasi melalui masing-masing kepolisian daerah terdampak. Hal itu disampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12/2025).
“Kekuatan personel Polri yang kita deploy saat ini berjumlah 10.999 personel yang tersebar di Polda Aceh, Polda Sumatra Utara, dan Polda Sumatra Barat,” ujar Jenderal Sigit.
Selain personel pengamanan dan bantuan lapangan, Polri juga mengerahkan tim Disaster Victim Identification (DVI), 82 personel trauma healing, serta 2.321 personel Brimob siaga untuk mendukung proses evakuasi, pencarian korban, dan pemulihan psikologis masyarakat terdampak.
Dalam mendukung mobilisasi dan distribusi logistik, Polri turut mengoperasikan berbagai sarana transportasi udara dan laut. Di Aceh dan Sumatra Barat masing-masing disiagakan satu kapal, sementara dua kapal ditempatkan di wilayah Sumatra Utara.
Untuk transportasi udara, Polri mengerahkan tiga helikopter di Aceh, empat helikopter di Sumatra Utara, serta satu helikopter di Sumatra Barat. Selain itu, dua pesawat jenis Fokker dan CN juga dikerahkan di Sumatra Utara guna mempercepat pengiriman bantuan ke wilayah yang sulit dijangkau.
“Seluruh sarana ini digunakan untuk mengangkut logistik dan mendukung operasi kemanusiaan di daerah terdampak,” jelas Kapolri.
Polri juga menurunkan unit K-9 ke tiga provinsi tersebut untuk membantu proses pencarian korban, terutama di lokasi terdampak banjir dan longsor.
Kapolri menegaskan bahwa Polri akan terus bersiaga dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta instansi terkait hingga kondisi di wilayah terdampak benar-benar pulih dan stabil.






