Densus 88 Berikan Edukasi Anti-Radikalisme kepada 100 Pelajar SMAN 01 Nabire

Avatar photo

- Penulis Berita

Kamis, 11 Desember 2025 - 09:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Densus 88 Berikan Edukasi Anti-Radikalisme kepada 100 Pelajar SMAN 01 Nabire (Humas Polri)

Densus 88 Berikan Edukasi Anti-Radikalisme kepada 100 Pelajar SMAN 01 Nabire (Humas Polri)

Direktorat Pencegahan Densus 88 Antiteror Polri bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire menggelar kegiatan Sosialisasi Kebangsaan di SMA Negeri 01 Nabire pada 8 Desember 2025. Program ini ditujukan untuk meningkatkan kewaspadaan siswa terhadap penyebaran paham radikalisme, baik secara langsung maupun melalui ruang digital.

Briptu Riski Har dari Unit Cegah Densus 88 menjelaskan bahwa ancaman ideologi yang memecah belah bangsa dapat menyasar siapa pun, termasuk pelajar. Ia menekankan pentingnya memahami potensi penyebaran paham IRET yang kini banyak beredar melalui media sosial dan berbagai platform elektronik.

Sebanyak 100 siswa terlibat dalam kegiatan ini. Dalam penyampaian materi, tim Densus 88 memaparkan berbagai bentuk upaya pencegahan, termasuk strategi menghadapi radikalisme dan bullying yang sering terjadi di kalangan anak muda. Mereka mengungkapkan bahwa lebih dari 110 anak di 26 provinsi pernah direkrut melalui gim online dan platform komunikasi tertutup—sebuah tren yang dianggap berbahaya jika tidak diimbangi literasi digital yang kuat.

Selain itu, pemateri menekankan pentingnya membangun ketahanan mental pelajar agar mampu menyaring informasi dan terhindar dari dampak negatif dark web. Edukasi mengenai toleransi antaragama juga diberikan sebagai fondasi penting dalam memperkuat persatuan.

Baca Juga :  Mengungkap Pembelajaran dengan Pendekatan CRT untuk Meningkatkan Keterlibatan Siswa di Kelas

“Toleransi bukan berarti memiliki keyakinan yang sama, tetapi menghargai setiap orang untuk menjalankan ibadah dan ajaran agamanya,” ujar Briptu Riski dalam penutupannya.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman lebih luas kepada siswa tentang ancaman radikalisme serta cara melindungi diri dari pengaruh negatif yang berkembang di ruang digital.

Berita Terkait

OpenAI Percepat Generasi Gambar, GPT Image 1.5 Fokus pada Konsistensi dan Editing Presisi
Mengapa Tidak Semua Bahan Bisa Digunakan untuk Menganyam? Penjelasan Lengkap Berdasarkan Sifat dan Karakteristik Bahan
Mengapa Jepang Menggunakan Sejumlah Semboyan seperti “Jepang Pelindung Asia”, “Jepang Cahaya Asia”, dan “Jepang Saudara Tua”?
Aplikasi ARKAS: Pengertian, Fungsi, dan Panduan Lengkap Penggunaan Terbaru
Mengapa Benua Antartika Merupakan Benua Zona Bebas? Penjelasan Lengkap dan Mudah Dipahami
Posisi Objek dalam Sudut Pandang Mata Normal, Penjelasan Lengkap yang Mudah Dipahami
Pilihan Ganda Kompleks, Pengertian Singkat dan Kenapa Penting
Revitalisasi MI Silahul Muslimin Jadi Momentum Penguatan Pendidikan di Desa Napis
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 17 Desember 2025 - 13:18 WIB

OpenAI Percepat Generasi Gambar, GPT Image 1.5 Fokus pada Konsistensi dan Editing Presisi

Selasa, 16 Desember 2025 - 19:50 WIB

Mengapa Tidak Semua Bahan Bisa Digunakan untuk Menganyam? Penjelasan Lengkap Berdasarkan Sifat dan Karakteristik Bahan

Senin, 15 Desember 2025 - 08:21 WIB

Mengapa Jepang Menggunakan Sejumlah Semboyan seperti “Jepang Pelindung Asia”, “Jepang Cahaya Asia”, dan “Jepang Saudara Tua”?

Kamis, 11 Desember 2025 - 09:36 WIB

Aplikasi ARKAS: Pengertian, Fungsi, dan Panduan Lengkap Penggunaan Terbaru

Kamis, 11 Desember 2025 - 09:35 WIB

Mengapa Benua Antartika Merupakan Benua Zona Bebas? Penjelasan Lengkap dan Mudah Dipahami

Berita Terbaru