Kidnapped Dragon menyajikan perjalanan kelam dan penuh trauma dari Yu Jitae, seorang manusia yang terjebak dalam siklus waktu tak berujung demi mencegah kehancuran Bumi. Ia adalah pemegang otoritas tingkat dewa, [Vintage Clock (EX)], kekuatan yang memberinya kemampuan untuk regresi kembali ke masa lalu setiap kali ia mati atau ketika Bumi mencapai ambang Apocalypse, kondisi di mana 95% umat manusia musnah.
Namun kekuatan ini bukan sekadar berkah, melainkan kutukan yang memaksa Jitae mengulang hidupnya ribuan kali.
Perjalanan Regresi: Ringkasan Alur Cerita Kidnapped Dragon
Secara resmi, Yu Jitae hanya mengakui 7 Iterasi, yaitu tujuh percobaan nyata untuk menyelamatkan dunia. Namun di balik itu ada lebih dari 1.100 “+ Iteration”, masa-masa di mana ia tidak berusaha menyelamatkan Bumi, melainkan menuruti keputusasaan, eksperimen, atau ambisi pribadi.
Dalam iterasi tak terhitung itu, ia pernah menjadi tentara, teroris, pemburu Sovereign, hingga penjelajah dimensi yang membunuh penguasa dunia lain demi mencuri otoritas mereka kekuatan seperti Shadow of an Archduke atau Eyes of Equilibrium.
Ribuan kali hidup kembali menjadikan Jitae sosok yang dingin, kosong, dan terputus dari nilai-nilai kemanusiaan. Ia kehilangan empati, tidak peduli pada moralitas, dan mampu membunuh tanpa ragu. Kuasa yang ia kumpulkan selama perjalanan pun membuatnya setara monster; ia bahkan mampu menghancurkan naga dengan kekuatan manusiawinya.
Pada banyak iterasi tambahan, Jitae melakukan eksperimen pada bayi-bayi naga. Mereka ia siksa, ia paksa, bahkan ia bawa hingga batas keputusasaan. Dalam beberapa iterasi lainnya, ia memukul, menyiksa, bahkan mendorong para naga kecil itu pada bunuh diri karena isolasi dan perlakuan brutal. Semua ini meninggalkan noda hitam yang terus menghantuinya.
Awal Pemulihan: Iterasi Ketujuh yang Mengubah Segalanya
Perubahan besar terjadi pada Iterasi ke-7, masa yang akhirnya membawa sedikit cahaya ke dalam hidup Yu Jitae. Di iterasi inilah ia bertemu Bom, Yeorum, Kaeul, dan Gyeoul empat naga yang menjadi titik balik perjalanan panjangnya. Bersama mereka, ia perlahan belajar kembali tentang emosi, hubungan, dan nilai manusia.
Namun kedekatan ini justru memunculkan kembali rasa bersalah mendalam. Setiap melihat bayi naga itu tumbuh, senyum, atau bergantung padanya, Jitae terus dihantui ingatan dari ribuan iterasi di mana ia memperlakukan mereka sebagai objek eksperimen. Luka batin dan penyesalan menjadi beban berat yang hampir membuatnya runtuh.
Yu Jitae sendiri tumbuh sebagai yatim piatu setelah kedua orang tuanya tewas dalam Perang Besar. Satu-satunya “keluarga” yang ia miliki sepanjang hidup hanyalah Vintage Clock, otoritas yang berbicara padanya, memperingatkannya, dan membimbingnya. Namun kehangatan itu pun berubah layaknya rantai tak terlihat yang mengekangnya dalam siklus waktu yang tidak pernah berakhir.
Kidnapped Dragon menggambarkan sosok Yu Jitae sebagai karakter rusak yang lahir dari ribuan siklus penderitaan, kekejaman, dan hilangnya nilai hidup. Namun di balik kegelapan itu, kisahnya juga menunjukkan cahaya kecil yang datang dari hubungan baru yang membawa harapan bahkan bagi seseorang yang telah berkali-kali kehilangan dirinya.






