Status Sangeangapi Naik Waspada, Skema Evakuasi Laut dan Darat Disiagakan

Avatar photo

- Penulis Berita

Minggu, 23 November 2025 - 21:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RAGAMNETWORK.COM – Peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Sangeangapi di Kabupaten Bima direspons cepat oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Sejak status gunung api tersebut dinaikkan dari Normal (Level I) menjadi Waspada (Level II) pada Jumat (22/11), koordinasi lintas sektor langsung diperketat.

TNI, Polri, dan pemerintah daerah kini fokus mematangkan skema penyelamatan warga. Kepala Pelaksana BPBD NTB, Ahmadi, menyatakan langkah taktis ini diambil menyusul terbitnya laporan khusus Kementerian ESDM Nomor 143/GL.03/BGL/2025.

“Menindaklanjuti itu kami menggelar rapat membahas upaya mitigasi dan langkah penanganan potensi dampak peningkatan aktivitas vulkanik,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima di Mataram, Minggu.

Zona merah telah ditetapkan secara presisi. Masyarakat maupun wisatawan dilarang keras beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah utama. Larangan ini juga berlaku untuk wilayah sektoral timur-tenggara hingga garis pantai sejauh 6,5 kilometer.

Meskipun status kewaspadaan meningkat, denyut kehidupan masyarakat di sekitar kaki gunung belum sepenuhnya berhenti. “Meski demikian, sekitar 150 warga masih beraktivitas seperti bertani, berkebun, beternak, dan melaut di luar radius terlarang tersebut,” kata Ahmadi.

Baca Juga :  Kolaborasi Babinsa dan Bumdesa Kembang Jaya Sukses Gelar Panen Raya Jagung di Kembangan

Untuk mengantisipasi risiko, BPBD Kabupaten Bima bersama Camat Wera dan Kepala Desa Sangeang telah turun langsung melakukan identifikasi dan sosialisasi. Logistik awal berupa masker juga telah didistribusikan kepada aparat desa sebagai antisipasi abu vulkanik.

Pemerintah telah menyusun skenario evakuasi bertingkat jika status naik ke Level III (Siaga) atau Level IV (Awas). Jalur laut menjadi salah satu opsi vital. Sejumlah armada telah disiagakan, meliputi speed boat milik Pos SAR Bima, Polairud Bima, Dinas Perhubungan, serta perahu boat KSDA Sangeang.

Kesiapan infrastruktur darat juga tak luput dari perhatian. Tenda pengungsian, dapur umum, dan perlengkapan kesehatan telah disiapkan oleh gabungan tim BPBD, TNI, Polri, dan Dinas Sosial.

“Pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi NTB juga memastikan dukungan sumber daya untuk memperkuat kesiapsiagaan,” tegas Ahmadi. Ia berharap seluruh skema mitigasi ini berjalan efektif meminimalkan risiko bagi masyarakat lingkar gunung.

Berita Terkait

BAZNAS Bangun Kelas Darurat untuk Jaga Semangat Belajar Anak Gaza
Prada Nawawi Harumkan Indonesia Juara Hifdzil Quran 30 Juz Libya
Prabowo dan Kabinet Tunaikan Zakat Istana melalui BAZNAS RI
Prabowo Resmikan 218 Jembatan Nasional, TNI Dampingi dari Hambalang Bogor
Panglima TNI Soroti Ancaman Siber Saat HUT Ke-65 Kostrad
Prabowo Menangis Saat Apresiasi BAZNAS Salurkan Bantuan Kemanusiaan Palestina
Panglima TNI Pimpin Prosesi Penyerahan Jenazah dan Pemakaman Try Sutrisno
BAZNAS Salurkan 2.400 Pakaian Baru untuk Pengungsi Gaza Saat Ramadan

Berita Terkait

Kamis, 26 Maret 2026 - 18:44 WIB

BAZNAS Bangun Kelas Darurat untuk Jaga Semangat Belajar Anak Gaza

Senin, 16 Maret 2026 - 11:14 WIB

Prada Nawawi Harumkan Indonesia Juara Hifdzil Quran 30 Juz Libya

Sabtu, 14 Maret 2026 - 10:22 WIB

Prabowo dan Kabinet Tunaikan Zakat Istana melalui BAZNAS RI

Selasa, 10 Maret 2026 - 21:15 WIB

Prabowo Resmikan 218 Jembatan Nasional, TNI Dampingi dari Hambalang Bogor

Minggu, 8 Maret 2026 - 10:18 WIB

Panglima TNI Soroti Ancaman Siber Saat HUT Ke-65 Kostrad

Berita Terbaru