Permasalahan genangan air di Jalan Raya Srengseng, tepatnya di depan SDN 05 Srengseng, menjadi salah satu isu strategis yang dibahas dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan Srengseng. Kegiatan tersebut berlangsung di aula kantor kelurahan setempat pada Jumat, 6 Februari 2026.
Forum diawali dengan paparan Lurah Srengseng, Adith Pratama, terkait pelaksanaan Musrenbang 2026 dalam rangka penyusunan dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) DKI Jakarta Tahun 2027. Dalam kesempatan itu, ia memaparkan hasil rembuk RW, persoalan genangan air, serta sejumlah isu strategis lainnya di wilayah Srengseng.
Adith menjelaskan bahwa penanganan genangan air masih menjadi fokus utama pembahasan. Meski demikian, beberapa pencapaian signifikan telah berhasil direalisasikan melalui kolaborasi Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA), Bina Marga melalui satuan pelaksana, serta dukungan RT dan RW setempat.
Salah satu capaian tersebut adalah pembangunan turap dan penataan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang ditandai dengan peresmian Taman Srengseng Bersinergi di lingkungan RT 007 RW 03. Area yang sebelumnya rawan banjir kini dinilai jauh lebih tertata setelah penataan tersebut dilakukan.
Selain itu, genangan di Jalan Meruya Ilir, tepatnya di depan Soto Betawi Babe Jamsari, juga telah berhasil ditangani. Sebelumnya, kawasan tersebut kerap tergenang saat hujan, namun kini kondisi sudah lebih baik berkat kerja sama berbagai pihak. Hal serupa juga terjadi pada reaktivasi saluran air di Jalan Bambu RT 003 RW 05 yang dilakukan bersama Sudis SDA dan warga sekitar.
Namun, genangan di Jalan Srengseng Raya depan SDN 05 Srengseng masih menjadi perhatian serius. Upaya penanganan yang direncanakan antara lain pembangunan gorong-gorong dari Jalan Semangka RT 06 RW 01 menuju Jalan Meruya Ilir sepanjang kurang lebih 250 meter. Langkah ini diharapkan dapat memperlancar aliran air sehingga tidak mengganggu aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut.
Adith menambahkan, usulan prioritas tahun ini mencakup pembangunan atau normalisasi saluran air di sepanjang Jalan Srengseng Raya hingga Meruya Ilir, wilayah Pesanggrahan. Tujuannya untuk memastikan aliran air dapat menuju saluran pembuangan akhir dengan lancar.
Selain persoalan genangan, Musrenbang juga membahas rencana revitalisasi lapangan sepak bola RW 05 Kelurahan Srengseng. Usulan tersebut muncul karena tingginya minat remaja terhadap olahraga, khususnya sepak bola. Revitalisasi direncanakan menggunakan konsep mini soccer serta pembangunan gedung parkir bertingkat minimal dua lantai untuk mengatasi parkir liar akibat akses jalan yang sempit.
Dari hasil rembuk RW, tercatat sebanyak 33 usulan pembangunan. Sebanyak 29 usulan direkomendasikan, sementara empat usulan tidak direkomendasikan karena dinilai tidak sesuai dengan lokasi atau kebutuhan prioritas. Usulan terbanyak berasal dari bidang Suku Dinas Sumber Daya Air dan Suku Dinas Bina Marga.
Sementara itu, Camat Kembangan Joko Suparno menekankan pentingnya percepatan penanganan genangan, khususnya di depan SDN 05 Srengseng. Ia berharap Satuan Pelaksana SDA terus mengawal permasalahan tersebut hingga dibahas pada Musrenbang tingkat kota agar penanganannya dapat dilakukan secara permanen.






