Seorang dokter spesialis ginjal asal India, Arjun Sabharwal, membagikan kisah transformasi berat badannya yang berhasil turun hingga 40 kilogram dalam kurun waktu dua tahun. Melalui pengalamannya, ia menegaskan bahwa penurunan berat badan yang berkelanjutan tidak bergantung pada diet ekstrem atau olahraga berat, melainkan pada satu prinsip dasar: defisit kalori.
Arjun Sabharwal, lulusan DY Patil Medical School di Mumbai dan anggota Royal College of Physicians, mengaku sempat berjuang melawan obesitas sebelum akhirnya berhasil mencapai berat badan ideal. Pengalamannya tersebut ia bagikan melalui unggahan di media sosial sebagai bentuk edukasi sekaligus motivasi bagi masyarakat.
Menurut Sabharwal, banyak orang terjebak pada tren diet tinggi protein, latihan angkat beban intens, atau metode cepat lainnya tanpa memahami konsep dasar energi. Ia menekankan bahwa penurunan berat badan hanya terjadi ketika jumlah kalori yang dibakar lebih besar daripada kalori yang dikonsumsi.
Ia menjelaskan bahwa secara ilmiah, sekitar 1 kilogram lemak setara dengan 7.700 kalori. Dengan menciptakan defisit sekitar 1.200 kalori per hari melalui kombinasi pola makan sehat, aktivitas fisik, dan perubahan kebiasaan, seseorang secara teori dapat menurunkan sekitar 1 kilogram lemak per minggu tanpa harus melakukan puasa ekstrem.
“Ini bukan soal diet kilat, tetapi soal sains,” tegas Sabharwal. Ia menambahkan bahwa proses awal memang terasa berat, terutama pada satu hingga dua minggu pertama. Namun, setelah memasuki minggu ketiga, pola hidup baru tersebut biasanya mulai menjadi kebiasaan.
Sabharwal menilai bahwa kemauan dan konsistensi merupakan faktor paling menentukan dalam proses penurunan berat badan. Disiplin yang dibangun sejak awal akan sangat membantu dalam mempertahankan berat badan ideal dalam jangka panjang.
Kini, setelah berhasil mencapai targetnya, Sabharwal aktif mendorong masyarakat untuk meninggalkan cara-cara instan yang menjanjikan hasil cepat namun tidak berkelanjutan. Ia mengingatkan bahwa kunci utama bukanlah diet rumit, melainkan pemahaman terhadap asupan kalori dan komitmen menjalani kebiasaan sehat setiap hari.
Menurutnya, dengan kesabaran, keteraturan, dan kemauan yang kuat, siapa pun memiliki peluang untuk menurunkan berat badan secara aman dan mempertahankan hasilnya dalam jangka panjang.
Sumber Berita: The Economic Times






