Mitigasi Longsor Cisoka Sumedang, Sungai Dibersihkan untuk Cegah Banjir Bandang

Avatar photo

- Penulis Berita

Senin, 23 Februari 2026 - 15:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mitigasi Longsor Cisoka Sumedang, Sungai Dibersihkan untuk Cegah Banjir Bandang

Mitigasi Longsor Cisoka Sumedang, Sungai Dibersihkan untuk Cegah Banjir Bandang

Hujan dan kontur perbukitan kembali menguji kesiapsiagaan warga Dusun Cisoka, Desa Citengah, Kecamatan Sumedang Selatan. Pada Senin, 23 Februari 2026, terjadi longsor di area lereng yang materialnya sempat mengalir ke bagian bawah.

Begitu laporan masuk, Pemerintah Kabupaten Sumedang bergerak cepat bersama unsur desa dan kecamatan. Penanganan dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan Kodim, Polres, dan perangkat daerah terkait agar langkah di lapangan berjalan rapi dan terkoordinasi.

Fokus pertama tim adalah membersihkan material longsoran yang menyumbat aliran sungai kecil. Sumbatan ini dinilai berbahaya karena bisa menahan debit air dan memicu luapan mendadak ketika hujan kembali turun.

Meski tidak berdampak langsung ke kawasan permukiman, Pemkab tetap menempatkan mitigasi sebagai prioritas. Jalur air yang terganggu bisa menjadi pemicu kejadian lanjutan, terutama saat curah hujan meningkat.

Sekretaris Daerah Sumedang, Tuti Ruswati, meninjau titik puncak longsor hingga area bawah yang terdampak endapan. Ia menyebut pembersihan dilakukan bersama para pemangku kepentingan untuk mengurangi risiko longsor susulan.

Menurutnya, material yang menumpuk di jalur aliran dikhawatirkan dapat memicu banjir bandang di aliran Sungai Cihonje. Karena itu, pembersihan dilakukan sebagai tindakan pencegahan, bukan menunggu kondisi memburuk.

Baca Juga :  Panglima TNI dan Kapolri Cek Pos Terpadu Mudik Lebaran Medan

Selain pengerukan dan pengangkatan material, tim juga melakukan pemantauan pergerakan tanah di titik rawan. Langkah ini penting untuk membaca tanda-tanda retakan atau pergeseran yang bisa mengarah pada longsor lanjutan.

Pemkab memastikan pemantauan dilakukan berkala dan komunikasi lintas unsur akan terus dijaga. Koordinasi desa, kecamatan, aparat keamanan, dan dinas teknis menjadi kunci untuk memperkecil risiko.

Dengan pendekatan cepat dan berlapis—pembersihan, pemantauan, serta antisipasi aliran air—pemerintah berharap situasi tetap aman. Warga pun diimbau tetap waspada dan segera melapor bila melihat perubahan kondisi lereng atau aliran sungai.

Berita Terkait

Alumni LPDP Turun Mengajar di SD Sumedang untuk Percepat Transformasi Pendidikan Digital
Sumedang Arahkan Pembangunan 2027 ke Pertumbuhan Produktivitas Ekonomi yang Lebih Berkualitas
Babinsa Magetan Kawal Penyaluran Bantuan Pangan agar Tepat Sasaran dan Tetap Aman
Forkopimca Plaosan Gelar Apel dan Halal Bihalal untuk Perkuat Silaturahmi Pasca-Lebaran
Posyandu Balita di Magetan Didorong Jadi Benteng Awal Cegah Stunting dan Penyakit Anak
Saka Wira Kartika Barat Gelar Halal Bihalal untuk Perkuat Karakter dan Kebersamaan
Cimahi Terapkan WFH Jumat untuk ASN dengan Layanan Publik Tetap Berjalan
Cimahi Perkuat Bank Sampah dan TPS 3R untuk Kurangi Beban Sarimukti

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 12:50 WIB

Alumni LPDP Turun Mengajar di SD Sumedang untuk Percepat Transformasi Pendidikan Digital

Rabu, 8 April 2026 - 12:50 WIB

Sumedang Arahkan Pembangunan 2027 ke Pertumbuhan Produktivitas Ekonomi yang Lebih Berkualitas

Rabu, 8 April 2026 - 12:50 WIB

Babinsa Magetan Kawal Penyaluran Bantuan Pangan agar Tepat Sasaran dan Tetap Aman

Rabu, 8 April 2026 - 12:50 WIB

Forkopimca Plaosan Gelar Apel dan Halal Bihalal untuk Perkuat Silaturahmi Pasca-Lebaran

Rabu, 8 April 2026 - 12:49 WIB

Posyandu Balita di Magetan Didorong Jadi Benteng Awal Cegah Stunting dan Penyakit Anak

Berita Terbaru